BPJS Kesehatan Cabang Singkawang Masih Lakukan Uji Coba Penerapan Face Recognition Bagi Peserta JKN

"Jadi untuk yang fingerprint tetap, cuma kadang dengan finger tersebut biasanya ada kendala. Misalnya ada jarinya yang tidak terbaca alat, ataupun bia

Tayang:
Penulis: Widad Ardina | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WIDAD ARDINA
Kepala Bidang Penjaminan Manfaat dan Utilisasi BPJS Kesehatan Cabang Kota Singkawang, Santi Viana saat diwawancarai oleh Tribun Pontianak pada Senin, 9 September 2024 di Singkawang. Ia mengatakan penerapan face recognition masih di tahap satu dan di tahap uji coba. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Penerapan face recognition sebagai penganti fingerprint yang direncanakan oleh BPJS Kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Kemudian, Kepala Bidang Penjaminan Manfaat dan Utilisasi BPJS Kesehatan Cabang Kota Singkawang, Santi Viana mengatakan sudah melakukan implementasi terhadap face recognition untuk tahap satu pada tiga rumah sakit di Singkawang, Sambas dan Bengkayang.

"Kita sudah implementasi di akhir Agustus dan per September. Jadi tahap satu kita jalan di September itu di tiga Rumah Sakit. Singkawang ada RS Saadah, Sambas di RS St. Elizabeth, dan di RSUD Kabupten Bengkayang," ucapnya saat diwawancarai oleh Tribun Pontianak pada Senin, 9 September 2024.

Lalu untuk di tahap kedua, dikatakan Santi akan dilakukan pada sekitar bulan Oktober. 

"Sudah diuji coba dan jalan di tiga Rumah Sakit tersebut," katanya.

Santi menerangkan penerapan face recognition ini menjadi upaya pengalihan jika fingerprint pada peserta JKN yang akan berobat mengalami kendala.

Silaturahmi ke Masjid Nurul Hidayaturahman Semelagi Singkawang, Sutarmidji Berbagai Ilmu Hukum Islam

"Jadi untuk yang fingerprint tetap, cuma kadang dengan finger tersebut biasanya ada kendala. Misalnya ada jarinya yang tidak terbaca alat, ataupun biasanya susah untuk dilakukan perekaman," ucapnya.

"Jadi setelah fingerprintnya kemungkinan gagal, maka dialihkan ke wajah yakni face recognition tersebut," imbuhnya.

Namun untuk secara keseluruhan penerapan face recognition tersebut masih dilakukan uji coba. Sehingga dijelaskan Santi masih belum diterapkan secara keseluruhan di Rumah Sakit.

"Secara keseluruhan masih belum bisa dipastikan karena masih tahap uji coba dulu," ucapnya.

Santi menerangkan kemungkinan akan diperlakukannya penerapan face recognition tersebut setelah tahap kedua yang diperkirakan pada bulan Oktober selesai dilakukan.

"Nanti sampai tahap kedua di bulan Oktober, setelah itu akan dilakukan secara keseluruhan," ucapnya. (*)

Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW DI SINI

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved