Total 444 TKA di Kabupaten Mempawah Rata-rata Tidak Bisa Berbahasa Indonesia, Terbanyak di PT BAI
Lebih lanjut, Johana menyampaikan, dalam pembinaan yang dilakukan, masih banyak ditemui TKA belum diberikan pendamping, padahal itu hal penting.
Penulis: Ramadhan | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disperindagnaker) Kabupaten Mempawah, Johana Sari Margiani, menyampaikan, rata-rata Tenaga Kerja Asing (TKA) di Kabupaten Mempawah tidak bisa berbahasa Indonesia, Kamis 22 Agustus 2024.
"Saat ini data yang ada untuk TKA paling banyak dari China, dan untuk rata-rata TKA yang ada di Mempawah tidak bisa berbahasa Indonesia, sehingga memang menyulitkan untuk berkomunikasi dengan pekerja Indonesia," jelas Johana.
Johana mengatakan, hingga akhir Juli 2024 ada sebanyak 444 TKA di 24 Perusahaan. Terbanyak di PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat sejumlah 366 TKA.
"Berdasarkan data kita per akhir Juli 2024 tercatat ada 444 TKA di 24 Perusahaan. Dari 444 orang tersebut 366 orangnya bekerja di PT BAI khususnya di Chalieco yang membawahi pekerjaan Konstruksi," tegas Johana.
Lebih lanjut, Johana menyampaikan, dalam pembinaan yang dilakukan, masih banyak ditemui TKA belum diberikan pendamping, padahal itu hal penting.
• PT BAI Sempat Bawa Zhang Haifeng ke RSUD dr Rubini, David : Datang Dalam Keadaan Meninggal Dunia
"Kemudian pelatihan berbahasa Indonesia bagi TKA, nah ini yang belum atau kurang dilakukan perusahaan. Memang sudah ada sedikit tapi belum semuanya mematuhi apa yang menjadi ketentuan," tegas Johana.
Johana mengatakan, pelatihan berbahasa Indonesia menjadi hal penting diberikan perusahaan kepada TKA, untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di lapangan.
"Karena kalau tidak ada pelatihan Berbahasa Indonesia dapat menimbulkan percikan-percikan komunikasi, nah itu yang kita sering dengar di lapangan," katanya.
"Maklum karakteristik masyarakat kita sangat mudah tersinggung dengan kebiasaan yang sangat berbeda. Seperti meludah di hadapan orang dan menunjuk menggunakan kaki yang masyarakat kita masih tabu, dan hal utu menjadi percikan komunikasi antar pekerja," lanjut Johana menambahkan.
Johana menyampaikan, percikan-percikan kecil seperti itu kalau TKA tidak diberikan pelatihan berbahasa Indonesia, dapat menjadi masalah komunikasi di lapangan.
"Jadi setiap kami melakukan pembinaan di lapangan selalu kami tekankan terkait pendamping TKA, pelatihan berbahasa Indonesia, dokumennya harus lengkap, dan kemudian kepatuhan dan penyesuaian mereka," tegas Johana. (*)
Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW DI SINI
Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini
TKA
Tenaga Kerja Asing
Johana Sari Margiani
Kepala
Dinas
Perindustrian
Perdagangan
tenaga kerja
PT BAI
Mempawah
Kalimantan Barat
Kalbar
Kamis 22 Agustus 2024
Update Harga Sembako di Kalimantan Barat Hari Ini Terbaru: Cabai Naik, Bawang dan Daging Turun |
![]() |
---|
Gubernur Kalbar Ria Norsan Imbau Massa Aksi Jaga Kondusifitas dan Sampaikan Aspirasi dengan Damai |
![]() |
---|
Situasi Terkini Aksi Damai di Sekitar Bundaran Digulis Untan Pontianak |
![]() |
---|
Unjuk Rasa Sempat Berlanjut di Bundaran Digulis Jumat Malam |
![]() |
---|
Aksi Damai Berlanjut ke Bundaran Digulis |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.