Dinas Perikanan Kapuas Hulu Amati Kematian Ikan Toman Dalam Keramba di Suhaid
"Adapun yang dapat kami amati dari kejadian ini adalah melihat dari teknis budidaya, yaitu terkait berapa lama sudah melakukan budidayanya, berapa jum
Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu melalui Dinas Perikanan, telah turun langsung untuk menindaklanjuti video viral terkait banyak ikan Toman yang mati dalam kerambah, di Sungai Suhaid, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Suhaid.
Kabid Budidaya, Dinas Perikanan Kapuas Hulu, Abang Zulkifli menyampaikan bahwa, apa yang dilaksanakan ini adalah bentuk respon dinas perikanan, setelah melihat dan mendengar apa yang telah viral di media sosial. "Dimana hanya satu kerambah ikan Toman yang mati mendadak," ujarnya, Kamis 25 Juli 2024.
Dalam tindaklanjuti tersebut, Dinas Perikanan Kapuas Hulu hanya dapat mengamati terkait budidaya ikan Toman dalam kerambah, dan mengapa tiba-tiba bisa mati mendadak.
"Adapun yang dapat kami amati dari kejadian ini adalah melihat dari teknis budidaya, yaitu terkait berapa lama sudah melakukan budidayanya, berapa jumlah ikan yang mati dan bagaimana kronologis kematian ikan itu sendiri," ungkapnya.
• Bupati Kapuas Hulu Jelaskan Pertanggungjawaban APBD 2023 dari Rugi hingga Defisit
Kapolsek Suhaid IPTU Sipyani menyampaikan bahwa, hasil pengecekan menunjukkan bahwa hanya satu pemilik keramba ikan toman yang mengalami kematian ikan mendadak, sementara pemilik keramba lainnya kondisi Toman baik.
"Informasi dari pemelihara ikan toman lainnya, kematian ikan sering terjadi, karena kurangnya pemberian umpan atau makan yang berlebihan. Ikan toman memerlukan perawatan dan pemberian makan yang tepat, agar dapat tumbuh dengan sehat," ujarnya.
Dijelaskan Kapolsek, pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan untuk memastikan masyarakat dapat terus melakukan aktivitas sehari-hari tanpa gangguan.
Lingkungan yang sehat dan air yang bersih adalah kunci bagi kelangsungan hidup ikan toman dan keberlanjutan usaha para pemelihara ikan.
"Oleh karena itu, upaya pengawasan dan pengecekan rutin perlu terus dilakukan," ujarnya.
Diharapkan, masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan berhati-hati dalam aktivitas yang dapat merusak ekosistem perairan.
"Kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait menjadi sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan lestari bagi generasi mendatang," ungkapnya. (*)
Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW DI SINI
Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini
Massa Unjuk Rasa Lempar dan Bakar Ban |
![]() |
---|
Mahasiswa Bergerak DPRD Merespons, Penyampaian Aspirasi di Kayong Utara Berjalan dengan Damai |
![]() |
---|
Peserta Aksi di DPRD Kalbar Diimbau Mundur |
![]() |
---|
CUACA Kalbar Hari Ini di 14 Daerah! Lima Daerah Waspada Hujan Petir, Pontianak Masih Cerah Berawan |
![]() |
---|
Ziarah Ke Makam Juang, Kapolres Landak Sampaikan Pesan Penting |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.