Ragam Contoh

12 Contoh Sistematika Menulis Proposal Formal yang Benar, Sesuai Kaidah dan Penjelasannya

Pasalnya, menyusun sebuah proposal mungkin menjadi kegiatan yang rutin dan sering ditemui oleh pelajar di sekolah, Kampus dan juga perkantoran.

Instagram
Penulisan untuk proposal ini sebenarnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan yang akan dilaksanakan. Setiap jenis proposal yang ada memiliki isi dan strukturnya tersendiri. 

Akan lebih baik pula jika setiap tahapan atau bagian acara dari kegiatan diberikan rincian waktu dengan lebih jelas.

Hal ini akan memberikan kepastian mengenai pelaksanaan kegiatan mulai dari awal sampai akhir dengan baik dan tentunya rapi.

10. Jadwal Kegiatan
Sistematika yang lain dari bagian proposal formal yaitu ada jadwal kegiatan. Sudah menjadi bagian yang wajar dan lumrah untuk mencantumkan jadwal kegiatan ini ke dalam proposal.

Bagian ini berisi mengenai pembagian waktu yang dibuat dengan berdasarkan kegiatan yang akan dilaksanakan. Tujuannya yaitu membantu untuk mengatur setiap acara agar bisa selesai dengan baik.

Hal ini akan meminimalisir terjadinya ngaret maupun juga jadwal yang bertabrakan. Jika kedua hal ini terjadi, maka bisa membuat kegiatan menjadi lebih rusuh dan sulit untuk dikendalikan.

40 Contoh Soal Tes Masuk SMK Jurusan Tahun 2024 dan Kunci Jawaban

11. Anggaran Dana
Sistematika dalam proposal formal yang penting dan tidak bisa untuk dilewatkan begitu saja yaitu ada anggaran dana.

Saat membaca proposal, bagian ini akan selalu ada dan dicantumkan dalam berbagai bentuk proposal.

Anggaran dana ini berisi penjelasan mengenai biaya, mulai dari pemasukan dan pengeluaran yang perlu untuk dilakukan.

Hal ini penting sehingga dana yang dimiliki untuk menjalankan kegiatan bisa dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin.

Di sisi lain, anggaran dana ini memberikan gambaran kepada pihak terkait untuk mengetahui berapa dana yang dibutuhkan agar kegiatan bisa berjalan dengan lancar.

12. Daftar Pustaka
Sistematika yang paling akhir dari proposal formal yaitu ada daftar pustaka. Bagian ini berisi referensi yang kamu gunakan di dalam proposal.

Sifatnya sendiri sebenarnya tidak wajib untuk dicantumkan apabila memang tidak diperlukan. Kamu bisa menggunakannya saat menggunakan referensi dalam penulisan isi proposal. tersebut.

(*)

Informasi Terkini Tribun Pontianak Kunjungi Saluran WhatsApp

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved