Ragam Contoh

Contoh Teks Diskusi Tentang Bahaya Merokok bagi Pelajar Lengkap Argumen dan Jawabannya

Di dalam teks diskusi, biasanya berisi pernyataan pendapat dari berbagai pihak baik pendapat yang menyatakan dukungan (pro) maupun pernyataan yang men

Dok. Kompas.com
EFEK Domino Harga Rokok Resmi Naik, Rokok Ilegal Kian Jadi Primadona. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Teks diskusi merupakan media yang digunakan untuk di dalamnya mencatat poin-poin penting terkait dengan topik atau masalah (isu) sebuah sesi ilmiah.

Di dalam teks diskusi, biasanya berisi pernyataan pendapat dari berbagai pihak baik pendapat yang menyatakan dukungan (pro) maupun pernyataan yang menentang (kontra).

Singkatnya, teks diskusi adalah sebuah tulisan yang membahas tentang sebuah isu atau masalah yang menyertakan suatu pendapat.

Baik itu pendapat yang mendukung (pro) atau menolak (kontra) dapat diungkapkan agar dapat saling memahami sudut pandang setiap orang.

Pengertian lain ada yang menyebutkan bahwa teks diskusi ialah sebuah tulisan yang memberi persetujuan atau penolakan terhadap suatu topik tertentu.

Contoh Susunan Acara Sunatan atau Khitanan Lengkap Doa Walimatul Khitan

Contoh Teks Diskusi Tentang Bahaya Merokok bagi Pelajar

Teks Diskusi: Bahaya Merokok Bagi Pelajar

a. Pendahuluan dan Isu:

Dalam diskusi kali ini, akan dibahas dampak merokok terhadap kesehatan dan masyarakat.

Merokok merupakan kebiasaan yang terlihat lumrah di Indonesia. Meskipun imbauannya sudah sering dilakukan dan banyak dilakukan di mana-mana, bahaya merokok seolah tidak dihiraukan.

Meski sangat berbahaya dan berdampak buruk pada kesehatan, namun jumlah perokok di Indonesia bisa dikatakan tinggi. Peraturan yang terkesan longgar membuat jumlah perokok setiap tahunnya terus meningkat.

Yang memprihatinkan, kini ada banyak pelajar yang mulai aktif sebagai perokok. Padahal sudah jelas bahwa merokok memiliki banyak kerugian dan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.

Perlu diketahui bahwa dalam sebatang rokok terdapat kandungan 4.000 jenis senyawa kimia beracun yang berbahaya.

43 diantara senyawa tersebut bersifat karsinogenik, yang komponen utama nikotin yang adalah zat berbahaya yang jadi penyebab seseorang kecanduan, Tar (bersifat karsinogenik), dan CO yang menurunkan kandungan oksigen dalam darah.

Sejumlah efek buruk yang membahayakan mengintai para pelajar jika mereka merokok. Mulai dari gangguan paru-paru, risiko kanker, gigi rusak, masalah serius pada otot dan tulang, hingga kecanduan.

Jika sudah kecanduan, maka akan sangat sulit seseorang terlepas begitu saja dari kegiatan merokok. Hal ini patut untuk diwaspadai karena pencegahan harus dimulai sejak dini.

Beberapa upaya dapat dilakukan agar pelajar semakin sadar dan menghindari rokok.

Mulai dari memberikan sosialisasi terkait bahaya dan efek buruknya hingga menyadari untuk menjadi seorang pelajar yang keren tidak perlu dengan merokok.

b. Argumen Pendukung:
Meskipun dampak buruk dari merokok telah banyak diketahui, nyatanya pasar rokok tetap ada dan terus tumbuh dengan subur.

Hal tersebut disebabkan oleh berbagai faktor yang mendukung industrinya terus tumbuh hingga besar.

Salah satunya adalah strategi pemasaran industri rokok serta kurangnya kesadaran akan risiko kesehatan yang diakibatkan jika seorang pelajar mulai merokok.

Padahal ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar tidak merokok antara lain menghindari berkumpul dengan teman-teman atau lingkungan yang pro merokok, meyakini bahwa bahwa rokok bukan satu-satunya sarana pergaulan agar tampak keren, tak perlu malu mengatakan bahwa diri kita bukan perokok.

Selain itu, bisa juga dengan memperbanyak menelusuri informasi tentang bahaya merokok, menghindarkan diri dari sesuatu yang terkait dengan rokok baik itu sponsor, iklan, poster, atau rokok gratis.

Seorang pelajar juga bisa melakukan berbagai hal positif seperti olahraga, membaca dan hal lainnya yang menyehatkan alih-alih memilih rokok agar terlihat berbeda.

Contoh Resep Menu Hajatan, Pernikahan, Syukuran dan Reuni

c. Argumen Penentang:

Merokok telah terbukti meningkatkan risiko penyakit kronis seperti kanker, penyakit jantung, hingga penyakit paru-paru. Dampak merokok pada kesehatan ini sangat serius dan bahkan dapat menyebabkan kematian.

Meski begitu sejak tahun 2021, dana bagi hasil cukai hasil tembakau dialokasikan sebanyak 25 persen untuk kesehatan, 50% untuk kesejahteraan masyarakat, dan 25% untuk penegakan hukum.

Pemerintah juga telah melakukan peningkatan efektivitas kebijakan cukai hasil tembakau (CHT) demi mendukung upaya mengurangi konsumsi rokok.

Kenaikan tarif cukai juga mencakup pada sigaret kretek tangan (SKT) yang juga dibarengi dengan kebijakan dana bagi hasil (DBH) CHT.

Meski begitu, DBH CHT akan tetap dialokasikan untuk memitigasi dampak pada tenaga kerja SKT.

Pemerintah menyatakan, tenaga kerja SKT semakin menurun seiring pergeseran produksi rokok ke produk buatan mesin.

Dari jumlah semula 195.432 orang pada 2010, kini jumlah tenaga kerja SKT pada 2019 turun ke angka 140.996 orang saja.

Secara spesifik, penggunaan DBH CHT ditujukan untuk buruh tani tembakau atau buruh pabrik rokok yang terdampak dalam bentuk pemberian bantuan langsung tunai (BLT), pelatihan keterampilan kerja, hingga bantuan modal usaha.

Sementara untuk petani tembakau, DBH CHT sudah dialokasikan untuk peningkatan kualitas bahan baku, iuran jaminan produksi, subsidi harga, hingga bantuan bibit, benih, pupuk, sarana dan prasarana produksi.

d. Kesimpulan:
Merokok jadi kebiasaan yang sulit dilepaskan dari masyarakat Indonesia, namun bukan tak mungkin untuk menekan angka perokok aktif apalagi jika masih usia pelajar.

Mensosialisasikan secara serius dan berkelanjutan terkait bahaya rokok dan memberikan referensi kegiatan pada pelajar dapat menjadi upaya nyata agar tidak semakin banyak pelajar yang mencoba merokok yang berujung pada ketergantungan.

(*)

Informasi Terkini Tribun Pontianak Kunjungi Saluran WhatsApp

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved