Ikan Air Tawar di Kapuas Hulu Jadi Hasil Terbesar Devisa Ekspor Lewat PLBN Badau ke Malaysia

"Progam ini dilakukan untuk mendorong para pelaku usaha ekspor khususnya UMKM di wilayah kabupaten Kapuas Hulu," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Ikan air tawar di Kapuas Hulu yang menjadi sektor ekspor ke negara Malaysia melewati PLBN Nanga Badau, belum lama ini. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUASHULU - Berdasarkan data pemberitahuan ekspor barang (PEB) KPPBC TMP C Nanga Badau, kegiatan ekspor melalui PLBN Badau selama bulan Januari 2024 – Juni 2024 telah menghasilkan devisa sebesar Rp 2.188.525.000.

Kepala KPPBC TMP C Nanga Badau, Henry Imanuel menyatakan, kegiatan ekspor terutama produk perikanan air tawar melalui PLBN Badau semakin tumbuh, potensi tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah perbatasan.

"Ada kenaikan ekspor dari bulan Mei ke bulan Juni sekitar 41,62 persen, yang pada bulan Mei menghasilkan devisa sebesar Rp 188.895.000 untuk bulan Juni menghasilkan devisa sebesar Rp 323.570.000," ujarnya, Selasa 9 Juli 2024.

Henry menyambut baik, kegiatan ekspor triwulan II tahun 2024 melalui PLBN Badau, hal ini menunjukkan pergerakan positif perekonomian di perbatasan yang diharapkan dapat meningkatkan eksistensi bisnis, dan daya saing di tingkat Internasional.

"Tidak kalah penting juga adalah, dengan telah adanya kegiatan eskpor ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi Pelaku Usaha Lainnya demi ketahanan bangsa dan negara," ucapnya.

Terus kedepannya, menurut Henry, PLBN Badau akan menjadi pintu ekspor ikan arwana, sehingga menjadi peluang besar bagi pelaku usaha arwana di Kapuas Hulu.

"Tentunya dengan dukungan berbagai pihak seperti Karantina Perikanan, pelaku bisnis dan pemerintah daerah," ujarnya.

Pastinya, jelas Henry, Bea Cukai Nanga Badau bersama instansi terkait lainnya juga terus mendorong komoditi ekspor di Kapuas Hulu, agar dapat menambah pendapatan daerah dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Kami terus memberikan upaya dukungan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah untuk memperluas ekspornya guna meningkatkan daya saing perekonomian melalui KPPBC TMP C Nanga Badau," ucapnya.

Henry menambahkan, pihaknya telah melaksanakan sebuah progam kerja yaitu Pojok UMKM dan Klinik Ekspor.

"Progam ini dilakukan untuk mendorong para pelaku usaha ekspor khususnya UMKM di wilayah kabupaten Kapuas Hulu," ungkapnya.

Berdasarkan data juga, Kabupaten Kapuas Hulu memiliki potensi produk untuk ekspor yaitu produk perikanan air tawar, seperti ikan tapah, ikan betutu, ikan jelawat, ikan kelabau, ikan ringau, ikan seladang, ikan semah, ikan lais, ikan tengadak, dan ikan tengalan.

Terus madu alam, buah pisang, keranji dan kerajinan tangan seperti bangle dan aksesoris kepala, dengan harapan peningkatan jumlah dan jenis berang ekspor ke negara tetangga. (*)

Informasi Terkini Tribun Pontianak Kunjungi Saluran WhatsApp

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved