Pj Gubernur Harisson Pastikan Distribusi Pupuk Tepat Sasaran dan Berharap Proses Dimudahkan

Pj Bupati Syarif Kamaruzaman mengatakan kios pupuk bersubsidi saat ini telah ada di delapan kecamatan di Kubu Raya dengan total 14 kios.

Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Marlen Sitinjak
Dok. Prokopim Kubu Raya
Pj Gubernur Kalbar Harrison bersama Pj Bupati Kubu Raya, Syarif Kamaruzaman, meninjau Kios Pupuk Gapoktan Makarti Mukti Tama, di Desa Rasau Jaya Satu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Penjabat (Pj) Bupati Kubu Raya, Syarif Kamaruzaman mendampingi Pj Gubernur Kalimantan Barat Harrison meninjau Kios Pupuk Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Makarti Mukti Tama di Desa Rasau Jaya Satu, Kecamatan Rasau Jaya, Rabu 3 Juli 2024.

Peninjauan kios pupuk guna memastikan distribusi dan ketersediaan pupuk subsidi kepada petani tepat sasaran.

Pj Bupati Syarif Kamaruzaman mengatakan kios pupuk bersubsidi saat ini telah ada di delapan kecamatan di Kubu Raya dengan total 14 kios.

Tinggal satu kecamatan yang belum terdapat kios pupuk yakni Kecamatan Batu Ampar yang saat ini masih dalam proses pengadaan kios.

"Hingga saat ini ketersediaan pupuk aman. Yang menjadi persoalan, pupuk ini bisa didapatkan petani dengan cepat namun harus menggunakan aplikasi. Terlebih jarak petani dengan kios cukup jauh dan kebutuhan internet juga menjadi kendala petani untuk mendapatkan pupuk," katanya.

Pemkab Kubu Raya Serahkan Honorium Pada 1.556 Petugas Fardu Kifayah dan Guru Ngaji

PJ Bupati Sy Kamaruzaman juga mengungkapkan yang saat ini diupayakan adalah bagaimana kios bisa lebih mudah dijangkau petani khususnya petani yang jauh.

Sementara Pj Gubernur Kalimantan Barat Harisson mengatakan peninjauan bersama Pj Bupati Kubu Raya demi memastikan distribusi pupuk bersubsidi tepat sasaran.

"Tidak ada kemungkinan-kemungkinan untuk penyelewengan," kata Harisson.

Berdasarkan keterangan Ketua Gapoktan Makarti Mukti Tama, kata Harisson, untuk menebus pupuk yang tersedia di kios harus melalui aplikasi.

Hal itu guna mempersempit terjadinya penyelewengan penyaluran pupuk.

"Yang menjadi persoalan, petani harus datang ke kios, melampirkan KTP-nya dalam aplikasi dan harus tanda tangan melalui aplikasi juga. Kesulitan itu dialami oleh petani yang jauh dari kios Gapoktan ini," ujar Harisson.

Untuk mengatasi hal itu, kata Harisson, pihaknya akan mengusulkan kepada Kementerian Pertanian agar mempermudah pendistribusian pupuk. (*)

Dapatkan Informasi Terkini TRIBUNPONTIANAK.CO.ID via Saluran WhatsApp

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved