Larangan Keluar Pada Malam 1 Suro, Kepercayaan Masyarakat Mengandung Makna Mistis

Adapun weton darah manis itu seperti Selasa Pon, Kamis Legi, Rabu Pahing, dan Minggu Legi................

Tayang:
Penulis: Madrosid | Editor: Madrosid
Kolase / Tribunpontianak.co.id
Malam 1 Suro dalam tahun baru lekat dengan sejumlah ritual atau acara bagi masyarakat Jawa di Indonesia. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pergantian tahun baru hijriyah sejati sama dengan pergantian tahun masehi pada umumnya.

Hanya saja, untuk tahun baru hijriyah identik dalam banyak hal yang dikelompokkan ke dalam agama serta tradisi.

Seperti halnya menurus masyarakat Jawa di Indonesia pergantian tahun baru hijiryah ini disebut malam 1 Suro.

Dipercaya banyak terjadi hal-hal ghaib atau mistis yang perlu diwaspadai.

Makanya terdapat sejumlah ritual-ritual yang dilakukan di malam 1 Suro.

Bahkan dipercaya pula adanya larangan keluar rumah di malam 1 Suro.

Lantaran jika melanggar akan memperoleh kesialan dan hal buruk.

Baca juga: RAGAM Kegiatan 1 Suro Jawa dan 1 Muharram Hijriyah, Ritual hingga Doa Awal-Akhir Tahun Islam

Sebab malam itu dipercaya menjadi gerbang dunia gaib dan manusia atau nyata.

Pada malam 1 Suro tersebut juga dianggap sebagai momentum yang berbahaya, sehingga muncul larangan keluar rumah.

Bahkan orang yang keluar rumah pada 1 Suro dengan darah weton atau darah manis akan menjadi mangsa makhluk ghaib.

Adapun weton darah manis itu seperti Selasa Pon, Kamis Legi, Rabu Pahing, dan Minggu Legi.

Weton Rabu Pahing dipercaya wajib lebih berhati-hati.

Weton merupakan sistem penanggalan Jawa yang menggabungkan hari kelahiran seseorang dengan perhitungan kalender Jawa.

Kegiatan Masyarakat di Malam 1 Suro

  • Kirab

Kegiatan kirab ini biasaya dilakukan di Yogyakarta, yaitu suatu perjanjian Panembahan Senopati atau Raja Mataram dengan Nyai Roro Kidul.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved