Suka Duka Warga Pontianak Mencari Kerja, Pencaker: Harus Ada Ordal

epala Dinas Tenaga Kerja Kota Pontianak Ismail menyebut dari seluruh Kabupaten/Kota se-Kalbar tingkat pengangguran terbuka di Kota Pontianak tertinggi

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Safruddin | Editor: Safruddin
Tribun Pontianak/Tri Pandito Wibowo
Para pencari kerja memadati Job Fair 2024 di Auditorium Universitas Muhammadiyah Pontianak, Kamis 27 Juni 2024. Sebanyak 1.097 lowongan kerja tersedia di job fair. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Ada yang berbeda dengan suasana di Auditorium Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP).

Jika biasanya auditorium digunakan untuk prosesi wisuda pada Kamis 27 Juni 2024 tampak lain dari biasanya.

Ya, ratusan warga yang kebanyakan masih usia muda memenuhi auditorium yang terletak di Jalan Ahmad Yani Kota Pontianak.

Mereka sedang mendatangi bursa kerja atau Job Fair Disnaker Kota Pontianak 2024.

Job Fair 2024 kerja sama Pemkot Pontianak dan UMP berlangsung 26-28 Juni 2024.

Pemantauan Tribun, masyarakat yang sedang mencari pekerjaan tampak berbaris rapi di setiap stand.

Ada pula yang terlihat sedang mempersiapkan berkas seperti data diri berupa curriculum vitae (CV).

Pencari kerja yang hadir didominasi anak-anak muda yang dari kalangan fresh graduate.

Bagaimana suka duka warga Pontianak mencari kerja?

Satu di antara  penacri kerja yang ditemui Tribun adalah Hari (29). Hari merupakan mantan karyawan di salah satu perusahaan jasa kurir di Kota Pontianak.

Pria ini kembali mencoba peruntungan  di arena Job Fair 2024. "Susah bang cari kerja sekarang, harus ade ordal (orang dalam). Kalau dak ade jadi ye susahlah," kata  Hari.

Lelaki murah senyum ini mengaku kontrak kerjanya tidak diperpanjang di tempat sebelumnya.

Dan selama itu pula ia mengaku cukup kesulitan mendapatkan informasi lowongan pekerjaan.

"Cari informasi loker pun sulit. Adapun paling yang tidak sesuai dengan keahlian kita," ujar pria berlatar belakang lulusan manajemen ini.

Baca juga: Hari Pertama Arena Job Fair Kota Pontianak, PT BFI Finance Indonesia Pontianak Sudah Terima 120 CV

Agnes (21) warga Pontianak mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan job fair.

"Kita bisa dapat informasi lebih jelas dan bisa melamar langsung," kata Agnes.

Ia berharap pemerintah Kota Pontianak lebih sering menggelar kegiatan serupa.

"Harapannya sih semoga pemerintah sering-sering melakukan acara atau kegiatan seperti ini," ujar Agnes.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pontianak Ismail menyebut dari seluruh Kabupaten/Kota se-Kalbar, tingkat pengangguran terbuka di Kota Pontianak tertinggi yakni di angka 8,92 persen.

"Sebanyak 24 perusahaan yang membuka lowongan di Job Fair dengan jumlah 1.097 lowongan kerja," kata Ismail kepada wartawan.

Ismail mengatakan layanan Bursa Kerja Khusus yang diberikan pada satuan pendidikan adalah untuk pendidikan menengah khususnya kejuruan, perguruan tinggi dan Lembaga Pelatihan Kerja.

Menurutnya, job fair ini adalah untuk mempertemukan pemberi kerja atau dunia usaha dengan pencari kerja.

"Melalui Job Fair ini diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran khususnya di Kota Pontianak," ujarnya.

Rektor UMP Doddy Irawan mengatakan, Job Fair 2024 merupakan salah satu wujud komitmen Pemkot Pontianak dalam upaya menurunkan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Tidak hanya sekadar menjadi wadah bagi pencaker untuk menemukan pekerjaan yang sesuai, tetapi juga bagi perusahaan-perusahaan menemukan talenta-talenta terbaik yang dapat mengembangkan bisnis mereka,” kata Doddy.

Job Fair 2024 kali ini diikuti perusahaan dari berbagai sektor, mulai jasa, kreatif, manufaktur, teknologi informasi dan lain sebagainya.

Baca juga: Ani Sofian Apresiasi Kelurahan Bangka Belitung Darat, Wakili Kalbar Lomba Kelurahan Tingkat Nasional

Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian berharap melalui job fair ini memberikan hasil terbaik bagi lulusan perguruan tinggi maupun Sekolah Menengah Kejuruan.

Terlebih tingkat pengangguran di Kota Pontianak terbesar di antara kabupaten/kota se-Provinsi Kalbar.

Menurutnya, job fair yang digelar rutin setiap tahun ini juga menjadi salah satu indikator untuk menilai tingkat kualitas perguruan tinggi.

"Maka dari itu dengan adanya job fair ini, saya yakin ini salah satu cara untuk menuntaskan persoalan tingginya angka pengangguran,” ujarnya.

Bursa kerja diakui Ani Sofian menjadi prioritas pelaksanaan program di Kota Pontianak.

Dalam tiga tahun terakhir angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)  menunjukan angka peningkatan.

Sedikitnya saat ini 1.288 tenaga kerja di Kalimantan Barat telah dirumahkan. (rdi)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved