Berita Viral
Resmi Berubah! Harga BBM Terbaru Per 1 Juni 2024 di SPBU Seluruh Indonesia Cek Disini
Resmi berlaku, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo akan mengumumkan harga bahan bakar minyak BBM per 1 Juni 2024.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Resmi berlaku, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo akan mengumumkan harga bahan bakar minyak BBM per 1 Juni 2024.
Sebelumnya pemerintah menegaskan tidak akan menaikkan harga BBM sampai bulan Juni 2024.
Nah hanya tiga hari menuju bulan Juni 2024 tentu masyarakat khawatir.
Apakah harga BBM bakal naik, terutama Pertalite yang banyak digunakan oleh masyarakat luas.
Presiden Jokowi kemudian angkat bicara seputar naiknya harga BBM termasuk Pertalite ini.
• Sinyal BBM Pertalite Bakal Hilang dari SPBU Seluruh Indonesia
Saat ini dijelaskan kalau emerintah masih melakukan evaluasi, menghitung dan mempertimbangkan kemampuan fiskal negara sebelum memutuskan akan menaikkan harga BBM.
"Semuanya dilihat fiskal negara. Mampu atau tidak mampu, kuat atau tidak kuat," kata Presiden Jokowi dikutip dari tribunnews.com
Jokowi menjelaskan, kemampuan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk subsidi BBM akan dihitung dengan pertimbangan harga minyak dunia, terutama di tengah kondisi geopolitik saat ini.
Menurut Jokowi, semua aspek tersebut akan dikalkulasi dan dihitung lewat pertimbangan yang matang.
"Harga minyaknya sampai seberapa tinggi. Semuanya akan dikalkulasi, semua akan dihitung, semua akan dilakukan lewat pertimbangan-pertimbangan yang matang karena itu menyangkut hajat hidup orang banyak," kata Presiden.
Jokowi menilai keputusan pemerintah terhadap harga BBM akan mempengaruhi segala lini kehidupan masyarkat.
"Bisa mempengaruhi harga, bisa mempengaruhi semuanya kalau urusan minyak," kata Presiden.
Untuk diketahui pemerintah memastikan tidak akan ada kenaikan harga BBM hingga Juni 2024.
"Sampai Juni 2024 tidak naik (harga BBM), itu sudah statement pemerintah," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa (16/4/2024).
Namun demikian, Airlangga menyebutkan pemerintah akan terus memonitor situasi untuk menyesuaikan anggaran subsidi energi jika diperlukan.
"Kami monitor di harga minyak berapa. Kita terus melakukan exercise dan kita menjaga agar resource yang ada bisa dimanfaatkan. Tentunya subsidi tepat sasaran menjadi catatan bagi pemerintah," lanjut Airlangga.
Airlangga berharap, harga minyak bisa stabil.
Meskipun, ia mengakui bahwa harga minyak bisa dipastikan naik jika eskalasi konflik di Timur Tengah masih terus memanas.
"Kita melihat 1-2 bulan situasi seperti apa. Jadi kalau tidak ada eskalasi, kita berharap harga minyak bisa flatten. Tetapi kalau ada eskalasi, tentu berbeda," katanya.
Seperti diketahui, konflik di Timur Tengah saat ini semakin memanas dengan serangan ratusan drone Iran ke Israel pada Minggu (14/4/2024) sebagai bentuk balasan atas serangan Israel yang telah menghancurkan gedung Konsulat Iran di Damaskus, Suriah, pada Senin, 1 April 2024 lalu.
Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan pemerintah akan tetap mengevaluasi besaran subsidi energi pada APBN setelah Juni 2024.
Ia mengatakan, sejauh ini pemerintah masih menahan harga energi termasuk BBM sampai Juni 2024, meski harga mentah dunia mengalami tekanan imbas tensi geopolitik di Timur Tengah.
"Sejauh ini saya belum ada perubahan (evaluasi subsidi energi bulan Juni), kita sedang fokus membahas pelaksanaan APBN sekarang ini," kata Sri Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2024), seperti dikutip dari Kompas.com.
"Karena mereka dalam APBN juga sudah ditetapkan jumlah volume dan juga anggaran subsidinya, itu yang perlu dijaga oleh Kementerian ESDM dan Pertamina," ucapnya.
Update Daftar Harga BBM Terbaru 1 Mei 2024
Berikut daftar harga BBM per 1 Mei 2024 di seluruh wilayah di Indonesia
Pertalite
Rp10.000 per liter (seragam di seluruh Indonesia)
Biosolar
Rp6.800 per liter (seragam di seluruh Indonesia
Pertamax
Rp 12.100 per liter (Free Trade Zone Sabang)
Rp 12.600 per liter (Free Trade Zone Batam)
Rp 13.200 per liter (Aceh, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur)
Rp 12.950 per liter (Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur)
Rp 13.500 per liter (Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka-Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat)
Rp 13.800 per liter (Riau, Kepulauan Riau, Batam, dan Bengkulu)
Pertamax Turbo
Rp 13.500 per liter (Free Trade Zone Batam)
Rp 14.400 per liter (Aceh, Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur)
Rp 14.750 per liter (Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka-Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Papua, dan Papua Barat)
Rp 15.100 per liter (Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu)
Pertamax Green 95
Rp 13.900 per liter (DKI Jakarta dan Jawa Timur)
Pertamax Green
Rp 13.900 per liter (DKI Jakarta dan Jawa Timur)
Dexlite
Rp 13.200 per liter (Free Trade Zone Sabang)
Rp 13.800 per liter (Free Trade Zone Batam)
Rp 14.550 per liter (Aceh, Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur)
Rp 14.900 per liter (Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka-Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat)
Rp 15.250 per liter (Riau, Kepulauan Riau, Kodya Batam (FTZ), dan Bengkulu)
Pertamina Dex
Rp 14.400 per liter (Free Trade Zone Batam)
Rp 15.100 per liter (Aceh, Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur)
Rp 15.450 per liter (Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka-Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Papua Barat)
Rp 15.800 per liter (Riau, Kepulauan Riau, dan Bengkulu)
(*)
# Berita Viral
Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: KLIK DISINI
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News
| Viral Bayi 1,5 Tahun Alami Hipotermia Saat Mendaki di Gunung Ungaran, Dievakuasi Tim SAR |
|
|---|
| Terungkap! Benda Misterius Bercahaya di Langit Malang, BMKG Resmi Keluarkan Hasil Analisis |
|
|---|
| Cekcok Soal Warisan 1 Miliar Berujung Maut, Yansah Tewas Ditusuk Kerabat |
|
|---|
| Viral Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Perawat Senior ASN Dinonaktifkan |
|
|---|
| Inilah Sanksi ASN yang Tak Taat Aturan WFH Berlaku Setiap Jumat, Terancam Dipecat? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Resmi-Berubah-Jokowi-Umumkan-Harga-BBM-Terbaru-Per-1-Juni-2024-di-SPBU-Seluruh-Indonesia.jpg)