Perpisahan Sekolah Secara Mewah di Pontianak Resmi Dilarang, Simak Surat Edaran Wali Kota di Sini!
Dalam SE tersebut, Pemkot Pontianak melarang adanya sumbangan dari orang tua siswa dalam melaksanakan perpisahan sekolah.
Penulis: Muhammad Firdaus | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Perpisahan sekolah secara mewah di Kota Pontianak resmi dilarang oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melalui Surat Edaran (SE) Wali Kota Pontianak Nomor: 400.3.5/28/DISDIKBUD2024 tentang pelaksanaan perpisahan sekolah tahun ajaran 2023/2024 yang ditandatangani Pj Wali Kota Pontianak, Ani Sofian per hari ini, Selasa 14 Mei 2024.
Dalam SE tersebut, Pemkot Pontianak melarang adanya sumbangan dari orang tua siswa dalam melaksanakan perpisahan sekolah.
Selain itu, pihak sekolah juga dilarang terlibat dalam kepanitiaan pelaksanaan perpisahan.
Terakhir, pihak sekolah tidak diperbolehkan mengadakan perjalanan ke luar kota dalam rangka pelaksanaan perpisahan.
Berikut SE Wali Kota Pontianak Nomor: 400.3.5/28/DISDIKBUD2024 tentang pelaksanaan perpisahan sekolah tahun ajaran 2023/2024:
1. Satuan pendidikan yang akan menyelenggarakan perpisahan sekolah, agar dilaksanakan secara sederhana di sekolah masing-masing dan tidak memungut sumbangan dari orang tua siswa.
2. Pelaksanaan perpisahan sekolah tidak dikoordinir atau dibentuk kepanitiaan yang melibatkan kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidikan.
3. Dilarang mengadakan tour atau perjalanan ke luar kota dalam rangka acara perpisahan sekolah.
• GM Harris Pontianak Tanggapi Larangan Perpisahan di Tempat Mewah, di Hotel Harga Terjangkau
Pj Wako Imbau Gelar Perpisahan Sederhana
Pj Wali Kota Pontianak, Ani Sofian mengimbau sekolah-sekolah khususnya SD dan SMP di Kota Pontianak untuk menggelar acara perpisahan secara sederhana.
“Perpisahan itu lebih baik digelar sederhana, agar memberi kesan baik untuk masa depan anak, dikenang baik dan positif dan paling utama tidak membebani orang tua murid,” ujarnya, di Kantor Wali Kota, Selasa 14 Mei 2024.
Poin selanjutnya di dalam SE tersebut, Ani Sofian juga meminta pelaksanaan perpisahan sekolah tidak dikoordinir dalam bentuk kepanitiaan yang melibatkan kepala sekolah, guru dan tenaga pendidik lainnya.
“Jadi murni kreativitas anak murid ataupun orang tua, tanpa melibatkan pihak sekolah mulai dari kepala sekolah, guru dan tenaga pendidik,” terang Pj Wali Kota.
Kemudian, dia juga melarang SD dan SMP se-Kota Pontianak mengadakan tur ke luar kota dalam rangka perpisahan sekolah.
SE ini dibuat atas dasar Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 44 tahun 2016 tentang pungutan biaya pendidikan.
“Selanjutnya atas dasar Permendikbud nomor 75 tahun 2016 tentang Komite Sekolah, dan imbauan Gubernur Kalimantan Barat,” sebutnya.
Ani Sofian menekankan agar kepala sekolah bertanggung jawab dalam pembinaan, bukan hanya kepada guru-guru tetapi juga kepada siswa.
“Setiap momentum yang mengumpulkan orang tua juga harus diberi pemahaman para orang tua ini supaya di luar sekolah harus menjaga sikap anak-anaknya, jadi kalau ada hal yang kurang wajar orang tuanya harus bertindak,” pungkasnya.
• Pj Wali Kota Pontianak Imbau Sekolah Gelar Acara Perpisahan Secara Sederhana
Hotel Harris Pontianak Beri Pandangan
Ika Florentina, Ketua Asosiasi General Manager Hotel Indonesia (IHGMA) Kalimantan Barat yang merupakan General Manager Hotel Harris Pontianak menyampaikan pandangan tentang perpisahan di hotel dibanding dengan di gedung atau sekolah.
Pernyataan ini muncul sebagai respons atas kekhawatiran sekolah terkait larangan penggunaan tempat mewah untuk acara perpisahan sekolah yang disebabkan pastinya karena adanya keberatan dari orang tua siswa.
Hal ini membuat hotel-hotel di Kalbar mengalami cancellation karena kekhawatiran akan larangan tersebut.
Padahal kata Ika, hotel sudah blok venue jauh hari bahkan menolak event MICE yang lain, dimana kondisi saat ini sangat challenging MICE belum bergerak, budget tinggi dibanding revenue tahun lalu yang kondisi sosial politik stabil.
"Dan kami harus menghadapi pukulan ini. Tentu saja ini juga berdampak pada PAD yang akan kami setor ke Pemda dari sisi perdagangan dimana kami saat ini support hampir 30 persen PAD Kalbar dimana diantaranya adalah Hospitality industri atau Perhotelan," ujar Ika pada Selasa 14 Mei 2024.
Menurut Ika, masyarakat Kalbar perlu diedukasi khususnya orang tua siswa siswi yang anak-anaknya akan mengikuti kelulusan dan perpisahan bahwa hotel merupakan salah satu tempat yang sangat ideal dan bisa dikatakan murah dibanding dengan menyelenggarakan di sekolah atau gedung gedung pertemuan yang kesan nya murah tapi sekolah harus mengeluarkan biaya tambahan.
Ia menggambarkan, selain sewa tempat, perlu bayar konsumsi, bayar sewa sound system, bayar sewa LCD Screen, kadang ada tambahan Lighting atau lampu jika perlu, bayar sewa dekorasi, tambahan biaya keamanan, dan kebersihan pun harus dibayar secara terpisah, bisa dibayangkan itu semua yang harus ditanggung sekolah bila menyelenggarakan di sekolah atau gedung pertemuan belum lagi biaya event organizer bila ingin acara meriah.
Semua itu bisa diberikan secara free satu paket bila di hotel dengan hanya biaya makan saja yang dibayar mulai dari Rp.80.000,- nett per orang tanpa ada minimal sudah mendapat venue gratis sound system, LCD Screen bahkan Wifi utk live streaming youtube yang sekolah atau gedung pertemuan tidak support.
Demikian juga kebersihan keamanan kenyamanan bahkan kamar gratis sebagai fasilitas tambahan untuk panitia yang biasa mempersiapkan acara sampai malam hari demi kelancaran acara, hotel membantu menyediakan.
"Khususnya Harris Hotel Pontianak yang flexible dari sisi budget bahkan ada banyak hotel yang GM-GM nya anggota IHGMA Kalbar yang budget nya sangat minim pun bisa menyelenggarakan perpisahan disana," ujarnya.
Ika mengatakan bahkan hotel Harris Pontianak berupaya mendukung lembaga pendidikan dalam memfasilitasi upacara perpisahan yang berkesan bagi siswa. "Kami percaya dalam membuat acara ini mudah diakses dan membantu sekolah mendapat exposure lebih, salah satu contoh beberapa waktu lalu kami mensupport salah satu SMK Negeri di Pontianak mengadakan perpisahan dengan konsep pameran karya lulusan siswa dengan ada talkshow bagaimana bisa menjadi berdaya saing,"ujarnya.
Dimana kata dia hotel menyediakan venue, konsumsi, sound system, LCD Screen juga mendukung acara tersebut dengan menyediakan pembicara dan memfasilitasi siaran langsung di YouTube, memungkinkan orang tua untuk menyaksikan upacara perpisahan anak-anak mereka secara online.
Marketing and Branding Executive Hotel Harris Pontianak, Evelyn Fernanda turut menekankan komitmen hotel dalam mendukung sekolah.
Pihaknya mengaku berdedikasi untuk memberikan dukungan dan fasilitas untuk membantu proses pelaksanaan perpisahan bagi sekolah secara all out touch personalize sesuai dengan budget dan konsep yang diinginkan sekolah.
"Tujuan kami adalah memastikan bahwa sekolah dapat fokus dalam menciptakan pengalaman berarti bagi siswa tanpa kerepotan dari segi logistik," ujarnya.
Respon positif dari IHGMA dan Hotel HARRIS Pontianak menunjukkan upaya kolaboratif untuk beradaptasi dengan regulasi yang berubah sambil tetap memprioritaskan kebutuhan lembaga pendidikan dan siswa di Pontianak.
(*)
Informasi Terkini Tribun Pontianak Kunjungi Saluran WhatsApp
Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini
Sepeda Motor Dinas Polisi Dibakar Massa di Bundaran Digulis Pontianak, Lalu Lintas Lumpuh |
![]() |
---|
Ratusan Mahasiswa Geruduk DPRD Kalbar, Jilid Tiga |
![]() |
---|
Wali Kota Pontianak: Investasi Waralaba Dukung Ekonomi Pontianak dan Serap Tenaga Kerja |
![]() |
---|
Polresta Pontianak Pulangkan 15 Pendemo yang Sempat Diamankan Saat Aksi di DPRD Kalbar |
![]() |
---|
Pensiun Jadi Guru, Kasin Tekuni Usaha Sol Sepatu di Pontianak |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.