Launching Buku Tekad Bunda Merawat Asa, Harisson: Semoga Menjadi Inspirasi dan Semangat

"Buku ini bagus. Saya mengucapkan terimakasih kepada pengarang buku Tekad Bunda Merawat Asa yang diluncurkan bertepatan dengan hari talamsemia ini. In

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FILE
Peringatan Hari Talasemia Sedunia, Ketua Perhimpunan Orangtua Penderita Talasemia Indonesia (POPTI) Kalimantan Barat (Kalbar) Windy Prihastari meluncurkan sebuah buku berjudul, Tekad Bunda Merawat Asa: Perjuangan Windy Prihastari Harisson dalam Menghadapi Talasemia, yang secara simbolis diluncurkan oleh Pj Gubernur Kalbar didampingi Ketua POPTI Pusat menyerahkan Buku kepada Windy Prihastari , di Pendopo Gubernur, pada Selasa 7 Mei 2024. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dalam rangka Hari Talasemia Sedunia, yang jatuh pada 8 Mei 2024, Ketua Perhimpunan Orangtua Penderita Talasemia Indonesia (POPTI) Kalimantan Barat (Kalbar) Windy Prihastari juga meluncurkan sebuah buku berjudul, Tekad Bunda Merawat Asa: Perjuangan Windy Prihastari Harisson dalam Menghadapi Talasemia, di Pendopo Gubernur, pada Selasa 7 Mei 2024.

Selain itu, dilakukan skrining talasemia terhadap ratusan pelajar, dan mahasiswa yang hadir di Pendopo Gubernur Kalbar. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan, untuk menuju zero talasemia di Kalbar.

Dan, penyandang talasemia Provinsi Kalbar juga mengajak masyarakat untuk menanam pohon. Yang mana, salah satu hal yang sangat penting dilakukan saat ini adalah gerakan penghijauan, yaitu menanam dan merawat pohon.

Untuk itu, Pemprov melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat dengan dukungan bibit dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Kapuas memfasilitasi penyandang talasemia dengan 500 bibit untuk diberikan kepada masyarakat sebagai souvenir dalam kegiatan ini.

Usai melaunching buku tersebut, Pj Gubernur Kalimantan Barat Harisson berharap dengan hadirnya buku ini bisa terus menjadi inspirasi, sekaligus penyemangat bagi penyandang talasemia, maupun orang tua mereka, dimana pun berada.

Termasuk juga bagi penyelenggara pemerintahan, baik di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, dalam mempermudah pelayanan terhadap pasien-pasien talasemia.

"Buku ini bagus. Saya mengucapkan terimakasih kepada pengarang buku Tekad Bunda Merawat Asa yang diluncurkan bertepatan dengan hari talamsemia ini. Ini bercerita mengenai bagaimana seorang ibu yang harus merawat anaknya yang talasemia, bagaimana pelayanan kesehatan yang telah didapat pengidap talasemia, dan lain sebagainya," ungkapnya.

Tekad Bunda Merawat Asa: Perjuangan Windy Prihastari Harisson dalam Menghadapi Talasemia

Berdasarkan data yang ditulis dalam buku tersebut, bahwa di Provinsi Kalbar pada tahun 2023 terdapat ada sekitar 226 penyandang talasemia.

Harisson menekankan bahwa penting terus melakukan skrining talasemia sejak dini, ssbagai upaya untuk terwujudnya Kalbar bahkan Indonesia menjadi zero talasemia.

Ia juga berkomitmen untuk terus memperbaiki akses dan layanan kesehatan untuk penyandang talasemia, seperti layanan untuk transfusi darah yang harus dilakukan setiap bulan, hingga pelyanan untuk obat-obatan.

Sebab dikatakannya, di beberapa daerah di Kalbar masih ada yang agak sulit dalam mendapatkan obat-obatan, bahkan ada yang harus ke Pontianak.

“Kalau dari daerah harus ke Pontianak ongkosnya pasti mahal sekali. Untuk itu saya minta dilakukan berbagai terobosan untuk mempermudah akses mereka dalam mendapatkan layanan transfusi maupun pelayanan obat-obatan,” ujar Harisson.

Berkaitan itu, Harisson telah melakukan koordinasi langsung dengan pihak Kepala Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, dan BPJS agar ada terobosan yang dilakukan untuk pelayanan kesehatan yang diberikan kepada penyandang talasemia agar semakin baik. (*)

Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW DI SINI

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved