Kadisdikbud Sebut 26 SMA/SMK Akan Jadi Sekolah Inklusi Pertama di Kalbar
Rita Hastarita menyampaikan saat ini sudah ada 13 sekolah yang telah mengikuti pelatihan untuk Sekolah Inklusi.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat (Kalbar) Rita Hastarita menyampaikan bahwa sudah ada sekitar 26 sekolah jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang akan menjadi Sekolah Inklusi pertama di Provinsi Kalbar.
Rita Hastarita menyampaikan saat ini sudah ada 13 sekolah yang telah mengikuti pelatihan untuk Sekolah Inklusi.
“Jadi yang terbaru saat ini sudah ada 13 sekolah yang sudah ikut pelatihan, dan ini akan terus berlanjut,”ujar Rita kepada TribunPontianak, Minggu 5 Mei 2024.
Sebelumnya, Rita menargetkan ada 10 sekolah yang sudah bisa dimulai saat tahun ajaran baru pada Juli 2024 nanti.
Dimana ini akan menjadi yang pertama, untuk kehadiran Sekolah Inklusi di Kalbar.
Ternyata kabar baiknya, bahwa sudah lebih dari 10 sekolah yang sudah mengikuti pelatihan Sekolah Inklusi di Kalbar.
• Momentum Hardiknas 2024, Disdikbud Kalbar Gelar Berbagai Kegiatan Siapkan Generasi Emas 2045
Seperti diketahui Sekolah Inklusi adalah tempat di mana anak-anak berkebutuhan khusus dapat belajar bersama dengan anak-anak reguler lainnya.
Rita Hastaritata menjelaskan SMA dan atau SMK inklusi di Kalbar akan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Disdikbud Kalbar.
Dimana kebijakan ini menurutnya merupakan penjabaran atau menindaklanjuti dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 13 Tahun 2020 tentang Akomodasi yang Layak untuk Peserta Didik Penyandang Disabilitas.
Serta Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 48 Tahun 2023 tentang Akomodasi yang Layak untuk Peserta Didik Penyandang Disabilitas pada Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Formal, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah, dan Pendidikan Tinggi.
“Jadi tahun ini seluruh SMA/SMK akan menerima siswa disabilitas. Namun ada pembagiannya, dan sesuai dengan juknis yang ada,” ujar Rita.
Ia menjelaskan bahwa pada sekolah yang mempunyai guru pendamping disabilitas, dapat menerima siswa disabilitas dari kategori ringan hingga sedang.
Sedangkan untuk sekolah yang tidak mempunyai guru pendamping disabilitas, hanya boleh menerima calon siswa disabilitas dengan kategori ringan.
“Jadi berkaitan kategori ini, sudah kita tentukan dalam juknis tersendiri dengan menggunakan pola assesmen, dengan berbagai pertanyaan yang harus dijawab calon siswa, dan minimal IQ itu diangka 70,” ujar Rita.
Lebih lanjut Rita menjelaskan anak-anak disabilitas yang boleh mendaftar ke Sekolah Inklusi tersebut bisa dari lulusan Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), atau SMP yang sudah menyelenggarakan inklusi.
“Jadi polanya pada saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ini kan ada 15 persen untuk kuota (jalur) afirmasi, dari 15 persen kuota afirmasi akan kami plotting dua sampai lima persen untuk anak-anak disabilitas,” jelasnya.
Karena ini merupakan tahun pertama penyelenggaraan Sekolah Inklusi di sekolah umum SMA atau SMK Negeri, maka dari itu kata Rita bakal dibuat kluster. Untuk di awal, kemungkinan bakal menerima pelajar yang kondisinya tidak terlalu berat (ringan). Sehingga akan dilaksanakan assesmen terhadap pelajar yang mendaftar untuk Sekolah Inklusi.
“Misalnya anak tersebut mengenal huruf, lalu bisa membaca, bisa mengenali warna, kemudian nanti akan kami buat gambar berupa titik-titik apakah mereka bisa menggambar segitiga, dan segi empat. Lalu ditambah lagi dengan tes IQ, minimal (nilainya) 70, karena kami harus asesmen juga, untuk kami ketahui seberapa mampu anak itu bergabung di kelas umum,” terangnya.
• Keluarga Bocah yang Meninggal Kecelakaan di Jl Putri Dara Hitam Pontianak Ungkap Keseharian Korban
Rita mengatakan pelajar berkebutuhan khusus yang masuk ke Sekolah Inklusi semuanya akan dianggap sama dengan pelajar lainnya. Karena itu pihaknya tengah menyiapkan tenaga pengajar khusus sebagai pendamping untuk Sekolah Inklusi tersebut.
Selain guru pendamping, di Sekolah Inklusi, pelajar berkebutuhan khusus juga akan didukung dengan pendamping sebaya. Untuk pendamping sebaya, bakal diambil dari teman sekelas, yang kemudian diberikan pelatihan khusus.
“Karena kadang anak-anak itu mungkin curhatnya, lalu mau didampingi tidak oleh guru, tetapi oleh teman sekelasnya. Nanti akan ada pendamping sebaya. Ini akan kami siapkan karena pada Juli (tahun ajaran baru) kami akan menerima anak-anak disabilitas,” ucapnya.
Menurut Rita memang tidak semua lulusan SMPLB bisa masuk ke Sekolah Inklusi. Mengingat penyandang disabilitas cukup beragam. Baik keterbatasan secara fisik, intelektual, mental, sensorik, netra, rungu, wicara, dan lainnya. Karena itulah perlu adanya asesmen atau seleksi untuk bisa bergabung ke sekolah umum yang sudah menerapkan inklusi tersebut.
“Ini kami harapkan menjadi salah satu (cara) peningkatan kualitas pendidikan di Kalbar. Ini juga pertama kali (di Kalbar), kami selenggarakan,” katanya.
Lalu untuk rapornya, dikatakan Rita akan ada rapor khusus. Para penyandang disabilitas yang masuk Sekolah Inklusi juga dipastikan tak akan pernah tinggal kelas.
“Misalnya kalau anak yang normal rapornya di dalam satu materi harus memahami betul, kalau anak-anak (berkebutuhan khusus) ini nanti tidak sampai memahami secara detail. Nanti kami akan buatkan rapor khusus,” ujarnya.
Untuk itu Rita juga mengajak pemerintah daerah kabupaten/kota se-Kalbar, agar menerapkan hal serupa. Terutama untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD), dan SMP yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota, diharapkan juga bisa menerapkan inklusi.
“Mudah-mudahan setelah kami mengadakan Sekolah Inklusi, juga ada SD inklusi, SMP inklusi, jadi bisa terus naik jenjang, dari SD dan SMP inklusi, kemudian melanjutkan ke SMA dan SMK inklusi,” pungkasnya.
• Kasat Binmas Hadiri Pembukaan Perlombaan Sampan di Sungai Landak Dusun Raiy Desa Raja Ngabang
Penetapan Sekolah Inklusi yang sudah mengikui pelatihan pada tahun 2024:
- SMA N 2 Siding
- SMA N 1 Sungai Laur
- SMA N 1 Sungai Kakap
- SMA N 1 Mempawah Hulu (2 orang)
- SMA N 1 Ngabang
- SMA N 1 Nanga Pinoh
- SMK N 2 Putussibau
- SMA N 1 Sungai Kunyit
- SMA N 1 Sebawi
- SMK N 1 Jawai (2 Orang)
- SMK N Unggulan Sambas
- SMK N 1 Ketungau Tengah (2 orang)
- SMA N 4 Pontianak
Belum mengikuti pelatihan :
- SMK N 5 Pontianak
- SMK N 1 Pontianak
- SMK N 1 Sintang
- SMK N 6 Pontianak
- SMK N 2 Singkawang
- SMK N 1 Ketapang
- SMA N 1 Pontianak
- SMA N 9 Pontianak
- SMA N 1 Mempawah
- SMA N 1 Sungai Raya
- SMA N 3 Singkawang
- SMA N 3 Sungai Kakap
- SMA N 11 Pontianak
(*)
Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW disini
Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini
Laksanakan Tugas Mulia! Mobil Ambulans Gratis Bala Komando Melayu Alami Kecelakaan, Riko Terluka |
![]() |
---|
Ngeri! Truk Terguling di Budi Utomo Pontianak Usai Kecelakaan Beruntun Libatkan Motor dan Ambulans |
![]() |
---|
Kapolsek Meliau Pimpin Anev Kinerja Mingguan, Tekankan Integritas dan Disiplin Anggota |
![]() |
---|
KRONOLOGI 2 ABK Tewas di Lambung Kapal Sinar Kota Besi III Dermaga Desa Kawat Tayan Hilir Sanggau |
![]() |
---|
DAFTAR Lengkap Anggota DPRD Kota Singkawang Periode 2024–2029, Pimpinan hingga Komisi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.