Heboh! Seorang Warga Diduga Bunuh Diri dengan Cara Melukai Lehernya di Ketapang
Saksi melihat korban RA sedang berada di teras rumahnya, mencoba mengiris leher nya sendiri dengan sebuah pisau.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Warga Desa Sungai Jawi, Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang dibuat heboh adanya peristiwa seorang laki laki yang mencoba bunuh diri dengan cara melukai lehernya sendiri dengan pisau.
Kapolres Ketapang AKBP Tommy Ferdian melalui Kapolsek Matan Hilir Selatan IPDA Meinardus Yudiansyah dalam keterangan resminya mengatakan, anggota Polsek Matan Hilir Selatan bersama Piket Gabungan Polres Ketapang setelah mendapatkan informasi soal peristiwa itu, pihaknya langsung bergerak cepat menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP peristiwa dugaan percobaan bunuh diri korban yang diketahui berinisial RA (45).
Meinardus menjelaskan kronologi kejadian menurut keterangan saksi RAD yang merupakan ibu kandung korban, bahwa pada hari Sabtu 4 Mei 2024 sekira pukul 12.45 WIB.
Saksi melihat korban RA sedang berada di teras rumahnya, mencoba mengiris leher nya sendiri dengan sebuah pisau.
Kemudian, saksi yang melihat leher korban yang sudah berdarah langsung mencoba meminta tolong warga sekitar serta melaporkan peristiwa tersebut kepada Ketua RT setempat yang dilanjutkan dengan membawa korban ke rumah sakit Agus Diam Ketapang.
• Seorang Wanita Muda Lakukan Upaya Bunuh Diri di Sungai Kapuas, Polisi Beberkan Kronologinya
" Saat ibu korban melihat kondisi anak nya dengan leher terluka langsung meminta tolong warga sekitar dan bersama sama Ketua RT setempat langsung membawa korban ke Rumah Sakit Agus Djam untuk mendapat pertolongan " Papar Meinardus
Ditambahkannya korban yang langsung menerima perawatan dari tim medis Rumah Sakit Agus Djam akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 21.15 Wib
M
einardus juga menambahkan, dari keterangan keluarga korban bahwa korban memiliki riwayat gangguan jiwa
" Korban ini sudah pernah dua kali dirawat di rumah sakit jiwa di sungai bangkong yaitu pada tahun 2013 dan 2016 dan sampai akhir hayatnya pun korban masih menjalankan terapi rutin di Puskesmas Sungai Besar " Tambah Meinardus.
Jenazah Korban kini telah dibawa kerumah duka dimana dari keterangan keluarga korban bahwa keluarga menolak untuk dilakukan otopsi.
" Keluarga korban menolak dilakukan otopsi dengan membuat surat pernyataan. Keluarga korban menyatakan menerima peristiwa ini sebagai peristiwa bunuh diri " Tandas Kapolsek Matan Hilir Selatan tersebut.
Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak DI SINI
| Tak Tertampung, Lebih 200 Calon Siswa Gagal Masuk SMAN 1 Ketapang karena Kekurangan Kelas |
|
|---|
| Tinjau MBG di SMAN 1 Ketapang, Gubernur Ria Norsan : Dapur Tak Standar Siap Ditutup |
|
|---|
| Gubernur Ria Norsan Tinjau SMAN 1 Ketapang, Soroti Kondisi Bangunan dan Rencana Renovasi 2027 |
|
|---|
| Gubernur Ria Norsan Hadiri Musrenbang RKPD 2027 Ketapang, Fokus pada Sinkronisasi Pembangunan |
|
|---|
| Pansus LKPJ DPRD Ketapang Tekankan OPD Sampaikan Paparan Sesuai Dokumen Resmi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/pertolonganketapangm-agusjam.jpg)