Waspada Rabies

Dari Semua Kasus GHPR di Sanggau, Belum Ada yang Terindikasi Rabies

"Sampai dengan bulan April 2024 sudah mencapai 318 kasus dan kasus tersebar di semua Kecamatan di Kabupaten Sanggau,"katanya, Minggu 5 Mei 2024.

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Disbunnak Kabupaten Sanggau, Ambius Anton saat melaksanakan vaksinasi hewan di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Disbunnak Kabupaten Sanggau, Ambius Anton mengatakan bahwa dari 318 kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) di Kabupaten Sanggau belum ada yang terindikasi rabies.

"Sampai dengan bulan April 2024 sudah mencapai 318 kasus dan kasus tersebar di semua Kecamatan di Kabupaten Sanggau,"katanya, Minggu 5 Mei 2024.

Dari jumlah tersebut, 90,56 persen kasus GHPR telah di tangani sesuai dengan prosedur tata laksana penanganan kasus GHPR yakni mulai dari pembersihan luka hingga diberi vaksin anti rabies (VAR) oleh Dinas teknis dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau.

"Jumlah kasus GHPR terbanyak di Kabupaten Sanggau terdapat di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Tayan Hulu, Kecamatan Parindu dan Kecamatan Kapuas,"jelasnya.

Untuk memutus mata rantai penularan kasus GHPR di lapangan, Disbunnak Sanggau telah menyusun strategi dan rencana kegiatan pencegahan/pengendalian penyakit rabies di semua kecamatan.

Baca juga: Cok Hendri Ramapon Kembalikan Formulir Pendaftaran Bakal Calon Kepala Daerah ke DPC PKB Sanggau

"Salah satu strategi yang telah ditetapkan yakni melakukan kegiatan vaksinasi masal di kawasan perbatasan antara Kabupaten Sanggau dengan Kabupaten Landak, Kabupaten Sekadau dan Kabupaten Sintang serta perbatasan antar negara (Serawak Malaysia-Indonesia),"jelasnya.

Jadwal pelaksanaan vaksinasi masal sudah ada di 7 unit pusat kesehatan hewan (puskeswan), mulai dari puskeswan Sekayam, Puskeswan Kembayan, Puskeswan Tayan Hulu, Puskeswan Balai, Puskeswan Tayan Hilir, Puskeswan Mukok dan UPT Puskeswan Kapuas.

"Semua Puskeswan ini memiliki wilayah kerja masing-masing, misalnya puskeswan Sekayam wilayah kerjanya meliputi 3 kecamatan yakni Kecamatan Sekayam, Entikong dan Noyan,"tuturnya.

Terkait dengan ketersediaan stok vaksin rabies untuk hewan di Kabupaten Sanggau di tahun 2024 cukup banyak yaitu sekitar 12 ribu dosis. (*)

Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW disini

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved