Ungkap Rasa Syukur Panen, Sungai Ambawang Gelar Ritual Naik Dango
"Berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait kira-kira apa yang diperlukan oleh pengurus adat," pungkasnya.
Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Tradisi Masyarakat adat Dayak Kecamatan Sungai Ambawang, terus melestarikan tradisi Naik Dango sebagai ungkapan rasa syukur hasil panen padi.
Acara ritual Naik Dango kecamatan Sungai Ambawang yakni menyimpan padi di dango sebagai ungkapan rasa syukur kepada Jubata atau Tuhan atas hasil panen padi dan berharap kelimpahan hasil panen di tahun berikutnya.
Ketua panitia naik dango kecamatan Sungai Ambawang Petrus Muntai Naik Dango mengatakan merupakan sebuah prosesi menyimpan seikat padi yang baru selesai dipanen di dalam dango atau lumbung padi.
"Jika upacara adat ini merupakan ritual tahunan masyarakat Dayak Kanayatn setelah masa panen sebagai bentuk ucapan syukur kepada Jubata atau Tuhan atas hasil panen padi dan berharap kelimpahan hasil panen di tahun berikutnya," ujarnya pada Sabtu 20 April 2024.
Ia juga mengatakan Naik Dango menjadi satu di antara tradisi, adat istiadat dan kebudayaan yang ada di Dayak Kanayatn, maka dirinya berharap hal ini harus terus dilestarikan dan dipertahankan dari generasi ke generasi.
Baca juga: Linda Jadi Korban KDRT Hingga Meninggal Oleh Suami
"Dan pada tahun 2024 ini Naik Dango Kecamatan Sungai Ambawang bertemakan menjadikan seni budaya dan adat istiadat sebagai wadah untuk meningkatkan harkat dan martabat serta eksistensi masyarakat Adat Dayak dalam kesatuan negara."katannya
Sementara Ketua DAD Kecamatan Sungai Ambawang Daniel Saputra juga menambahkan jika pihaknya selalu berupaya berkoordinasi dengan para pengurus adat di setiap desa dan kepesirahan, untuk memberikan kontribusi pada kegiatan adat dalam perkembangannya termasuk Naik Dango di Kecamatan Sungai Ambawang ini.
"Kami selalu berusaha berkoordinasi bersama para pengurus adat di desa-desa di tiap kepesirahan dan berusaha berkontribusi untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat adat istiadat, budaya dalam perkembangannya," ujar Daniel.
Dan Pihaknya juga terus besinergi bersama pihak terkait guna menjaga ketenteraman dan berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat adat dengan berkoordinasi untuk keperluan pengurus adat seperti Naik Dango Sungai Ambawang.
"Berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait kira-kira apa yang diperlukan oleh pengurus adat," pungkasnya. (*)
Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW disini
Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini
| Korban Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau Ditemukan Warga Saat Berburu |
|
|---|
| Hadiri Halal Bihalal, Ini Pesan Bupati Karolin Kepada DWP Kabupaten Landak |
|
|---|
| Tiba di Pontianak, Delapan Jenazah Helikopter Langsung Dibawa Dengan Iring-iringan Ambulans |
|
|---|
| Kemenkum Kalbar Terima Konsultasi MHADN Terkait Prosedur Pengesahan Badan Hukum |
|
|---|
| Tragedi Helikopter PK-CFX di Kalbar, 8 Korban Meninggal, Evakuasi Dramatis di Medan Terjal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Sholihat-210424-jurin.jpg)