Pj Gubernur Kalbar Sebut Landak Bisa Kembangkan Potensi Hijau Untuk Lapangan Pekerjaan

Tema ini dijabarkan dalam arah kebijakan pengembangan wilayah antara lain : Pertama, pengembangan simpul transportasi pelabuhan dan bandara.

Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Pj Gubernur Kalbar Harisson saat disambut Pj Bupati Landak Samuel SE MSi di Kantor Bupati Landak pada Rabu 17 April 2024 lalu 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Pj Gubernur Kalbar dr Harisson menekankan pentingnya pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan, dengan fokus pada pengembangan industri hijau dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Kabupaten Landak memiliki potensi besar untuk pengembangan industri hijau," ujarnya saat menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Landak tahun 2025-2045 Rabu lalu.

"Kita harus memanfaatkan potensi ini untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tambahnya.

Musrenbang RPJPD ini merupakan salah satu tahapan penting dalam proses penyusunan RPJPD Kabupaten Landak, yang sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014.

Ia menyampaikan bahwa RPJPD Kabupaten Landak Tahun 2025-2045 harus sejalan dengan RPJPD Provinsi Kalbar dan RKP Nasional.

Baca juga: Banjir di Desa Senakin Landak Surut, BPBD Kalbar Tetap Imbau Masyarakat untuk Waspada

Dia menegaskan bahwa Musrenbang RPJPD Landak merupakan tahapan krusial dalam merumuskan arah pembangunan daerah selama 20 tahun ke depan.

Proses penyusunan ini haruslah partisipatif dan mengakomodir aspirasi seluruh elemen masyarakat.

Yang mana tema pembangunan Kalimantan Barat dalam RPJPM adalah "Beranda Depan Negara dan Pusat Industri Hijau Bernilai Tambah"

Tema pembangunan Kalimantan Barat dalam RPJPM Adalah “Beranda Depan Negara dan Pusat Industri Hijau Bernilai Tambah”.

Tema ini dijabarkan dalam arah kebijakan pengembangan wilayah antara lain : Pertama, pengembangan simpul transportasi pelabuhan dan bandara.

Kedua, pemanfaatan alur laut kepualuan Indonesia. Ketiga, pengembangan kawasan industri hijau alumina logam kawasan perbatasan negara dan kawasan hutan hujan tropis.

"Tema pembanguan wilayah Kalbar Ini tidak akan terwujud tanpa dukungan dari Kabupaten Kota," kata Harisson.

Harisson menyadari bahwa mewujudkan visi pembangunan Kalbar membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat.

Beliau mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu dan berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan Kalbar yang berkualitas dan berkelanjutan. (*)

Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW disini

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved