Jembatan Gantung Sungai Sintang di Kayan Hilir Ambruk, Warga Beraktivitas Pakai Rakit

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun aktivitas masyarakat 5 desa tersendat.

|
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Konstruksi jembatan gantung Dusun Lebuk Lebang, Desa Sungai Sintang, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang ambruk, Minggu 14 April 2024. Akibatnya, aktivitas masyarakat 5 desa tersendat. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Konstruksi Jembatan Gantung Dusun Lebuk Lebang, Desa Sungai Sintang, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang ambruk pada Minggu, 14 April 2024.

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun aktivitas masyarakat 5 desa tersendat.

"Ambruknya jembatan itu karena sudah tua. Dibangun pada tahun 2007. Sudah 17 tahun belum pernah direhab," kata Florensius Budi, Kepala Desa Sungai Sintang, Rabu 17 April 2024.

Menurut Budi, Jembatan Gantung Lebuk Lebang akses 5 desa di Kecamatan Kayan Hilir. Bahkan, beberapa warga Nanga Ngeri Kabupaten Kapuas Hulu juga biasa lewat jembatan itu.

"Jembatan Gantung itu penghubung dari desa Sungai Sintang ke desa Batu Netak, Sungai buaya, Desa Neran Baya, Sungai garong dan desa Sungai Pengga. Ada 5 desa," ungkap Budi.

Kecelakaan Beruntun di Jalan Raya Sekadau-Sintang, Polisi Jelaskan Kronologinya

Yustinus Turun ke SDN 17 Lanjing Sintang untuk Cari Kebenaran Informasi Dugaan Pungli

Sejak menjabat kades 2021, Budi kerap mengusulkan perbaikan ke Pemda.

Namun, usulan itu tak kunjung ditanggapi hingga jembatan roboh.

"Jembatan roboh pertama udah termakan usia kalau tidak salah tahun 2007 dibangun. 17 tahun belum pernah rehab, kalau saya lihat sudah tua Jembatan itu. Yang patah bagian sambungan baut. Kayu ndak patah. Waktu ambruk ndak ada yang lewat.  Sudah sering diusulkan ke PU, sejak saya jabat 2021 ajukan ke pemda supaya mohon ditangani, karena Jembatan sudah tua," kata Budi.

Bentang jembatan yang ambruk tersebut memiliki panjang 60 meter dan lebar 2,20 meter.

Sekarang, lalu lintas masyarakat untuk menyeberang Sungai terpaksa menggunakan rakit.

"Sekarang masyarakat sementara lewat Sungai pakai rakit. Nyeberang Sungai motor 10 ribu, kalau bawa barang 20 ribu. Jadi kami mohon atas nama pemdes mohon pemda dapat segera perbaiki. ditangani oleh pemda. Banyak yang lewat itu penghubung ke silat orang nanga ngeri juga lewat situ  itu jalan penghubung. Cukup membantu dengan adanya rakit. Cuma pelru biaya," kata Budi. 

(*)

Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW disini

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved