Panitia Naik Dango Pontianak Gelar Ngampar Bide, Ritual Pengharapan Keselamatan Kepada Jubata
Ritual adat Ngampar Bide ini dipimpin langsung oleh Panyangahant atau Imam, dan diikuti oleh panitia inti dan tokoh masyarakat adat Dayak Kalbar.
Penulis: Ferryanto | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Panitia pelaksana Naik Dango ke 1 Kota Pontianak melaksanakan ritual adat Ngampar Bide di Rumah Radakng Kota Pontianak, Senin 15 April 2024 sore.
Ritual adat Ngampar Bide ini dipimpin langsung oleh Panyangahant atau Imam, dan diikuti oleh panitia inti dan tokoh masyarakat adat Dayak Kalimantan Barat.
Dalam ritual Ngampar Bide, panitia pelaksana juga menyiapkan berbagai perlengkapan ritual diantara berbagai makanan khas masyarakat Dayak, seperti beras, ayam, daging, atau dalam bahasa dayak yakni Tumpi, Pue, Bapir, Bonton, Taluk, Manuk, Sirih, Kapur, aneka Daging, dan sebagainya.
Ketua Panitia Pelaksana Naik Dango, Yohanes Nenes yang juga ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak menyampaikan ritual ini merupakan ritual pembuka sebelum pelaksanaan Naik Dango Pontianak pada 18 hingga 21 April 2024.
Ngampar Bide dilaksanakan dengan tujuan meminta kepada Jubata / Tuhan Yang Maha Kuasa agar pelaksanaan Naik Dango nanti berjalan dengan aman, damai, dan tentram, serta tidak ada masalah selama rangkaian kegiatan berlangsung.
• Yohanes Ontot Ambil Formulir Pendaftaran Bakal Calon Bupati Sanggau 2024 di DPC PDIP
• Imigrasi Entikong Beri Layanan Prima saat Arus Balik Libur Idul Fitri 2024
Rangkaian Ngmpar Bide dijelaskannya memiliki tiga tahap ritual, pertama Nyangahatn Bapipis, Nyangahatn Manta, lalu Nyangahatn Masak Bapadah Ka Jubata / Tuhan Yang Maha Kuasa, lalu Pembagian Turihan Pamadah kepada pengurus adat di Kota Pontianak.
"Dengan ritual ini kita berharap kepada Jubata atau Tuhan Yang Maha Kuasa agar memberikan perlindungan selama kegiatan naik Dango ini berlangsung aman, damai, tentram," tuturnya.
Kemudian, Sekertaris Jendral Majelis Adat Dayak Nasional Yakobus Kumis menambahkan bahwa Ngampar Bide mengandung beberapa unsur.
"Pertama Unsur magis, disitu ada ritual ucapan syukur kepada Jubata, hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam," tuturnya.
Kedua, kegiatan ini sebagai bentuk dukungan ketahanan pangan nasional, karena Naik Dango sangat erat kaitannya dengan perladangan atau pertanian, kemudian unsur pelestarian budaya.
(*)
Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW disini
Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini
| BPBD Kalbar Imbau Daerah Terdampak Banjir Segera Tetapkan Status Tanggap Darurat |
|
|---|
| Modus Perdagangan 23 Bayi, Terdakwa Tante Singkawang Raup Untung Puluhan Juta |
|
|---|
| Penjaringan Bakal Calon Rektor IAIN Pontianak, Masa Jabatan 2026-2030 |
|
|---|
| Wagub Krisantus Dorong Pekan Gawai Dayak Masuk Kalender Pariwisata Internasional |
|
|---|
| JAECOO Resmi Buka di Pontianak, Jaecoo Aneka Pontianak Dealer Berkonsep 3S Modern |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Ritual-Ngampar-Bide-sebelum-pelaksanaan-Naik-Dango-Pontianak.jpg)