Idul Fitri

Bolehkah Berhubungan Badan saat Malam Takbiran Idul Fitri? Tata Cara Berhubungan Badan dalam Islam

Adapun terkait keyakinan ataupun pendapat yang mengatakan tidak boleh berhubungan suami istri pada saat Hari Raya adalah tidak benar.

KOLASE/TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Berhubungan badan saat malam Takbiran Idul Fitri sah dilakukan oleh pasangan suami istri. Adapun terkait keyakinan ataupun pendapat yang mengatakan tidak boleh berhubungan suami istri pada saat Hari Raya adalah tidak benar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kegiatan berhubungan badan saat malam Takbiran Idul Fitri sah dilakukan oleh pasangan suami istri.

Adapun terkait keyakinan ataupun pendapat yang mengatakan tidak boleh berhubungan suami istri pada saat Hari Raya adalah tidak benar.

Hari Raya bukanlah hari terlarang untuk berhubungan suami istri.

Berhubungan suami istri bagi pasangan suami istri di malam takbiran atau hari lebaran adalah halal.

Pada Hari Raya, semua orang dalam kondisi bersenang-senang, artinya tidak dalam kondisi berpuasa.

Pada Hari Raya, umat Muslim dianjurkan berbuka dan tidak boleh berpuasa pada hari tersebut.

Salah satu anjuran berbuka bisa dilakukan dengan melakukan berhubungan suami istri.

"Bukan suatu hari yang terlarang, apalagi namanya Hari Raya, hari yang bersenang-senang, makan enak, berhubugan suami isteri segala macam," kata Ulama Kondang Buya Yahya disadur dari SerambiNews.com, Senin 8 April 2024.

[Cek Berita dan informasi seputar Idul Fitri klik di Sini]

Pendiri Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren dengan Al-Bahjah Kabupaten Cirebon menyebut, jika disimpulkan bahwasanya hukum melakukan hubungan suami istri dimalam takbiran atau hari raya selepas sholat hukumnya diperbolehkan.

Berhubungan badan atau hubungan suami istri dalam Islam merupakan bagian yang penting dari kehidupan perkawinan.

Islam mengajarkan bahwa hubungan suami istri adalah bentuk ibadah yang diberkahi oleh Allah SWT, selama dilakukan dengan tata cara yang sesuai dengan ajaran agama.

Lalu apakah ada aturan dalam berhubungan badan dalam Islam?

Simak Tata Cara Berhubungan Badan dalam Islam

1. Menjaga Kebersihan

Dalam Islam, menjaga kebersihan adalah hal yang sangat penting.

Sebelum melakukan hubungan suami istri, suami dan istri diharapkan untuk mandi atau membersihkan diri terlebih dahulu.

Hal ini juga dikenal sebagai mandi junub.

Mandi junub adalah mandi besar setelah terjadi pengeluaran mani, baik melalui hubungan suami istri atau mimpi basah.

Dengan menjaga kebersihan, pasangan suami istri bisa mendekati hubungan ini dengan pikiran dan tubuh yang suci.

2. Membaca Doa

Sebelum berhubungan badan, baik suami maupun istri dianjurkan untuk membaca doa.

Doa ini bisa berupa doa perlindungan dan permohonan kepada Allah untuk memberkahi hubungan mereka.

Dengan mengawali hubungan ini dengan doa, suami istri menyadari bahwa hubungan mereka adalah bagian dari ikatan pernikahan yang diberkahi oleh Allah SWT.

3. Menghormati Pasangan

Salah satu aspek penting dalam hubungan suami istri dalam Islam adalah saling menghormati.

Baik suami maupun istri harus saling menghormati kebutuhan dan batasan masing-masing.

Saling memberikan pengertian dan menjaga privasi pasangan adalah bagian dari penghormatan ini.

Memiliki komunikasi yang baik dan saling mendengarkan juga merupakan bentuk penghormatan dalam hubungan suami istri.

4. Menghindari Larangan

Dalam Islam, terdapat beberapa larangan yang perlu dihindari dalam hubungan suami istri.

Salah satunya adalah menghindari hubungan intim saat istri sedang haid atau nifas.

Selain itu, juga diharamkan melakukan hubungan intim melalui dubur (anal) atau memasukkan benda asing ke dalam vagina.

Larangan-larangan ini bertujuan untuk menjaga kehormatan dan kesehatan pasangan suami istri.

5. Mengutamakan Kepuasan Pasangan

Dalam hubungan suami istri, saling memperhatikan dan mengutamakan kepuasan pasangan adalah hal yang penting dalam Islam.

Suami diharapkan memberikan kepuasan kepada istrinya, dan istri juga diharapkan memberikan kepuasan kepada suaminya.

Mengenal dan memahami kebutuhan pasangan serta berusaha memenuhinya adalah bentuk penghargaan dan kasih sayang dalam hubungan suami istri.

Dalam Islam, hubungan suami istri dianggap sebagai bentuk ibadah yang diatur oleh tata cara yang ditentukan.

Dengan mematuhi tata cara ini, suami istri dapat menjalani hubungan yang sehat, harmonis, dan berkah

(*)

Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW DI SINI

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Hukum Berhubungan Suami Istri di Malam Takbiran Idul Fitri, Simak Penjelasan Buya Yahya

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved