PT WSL dan PT MTI Hibahkan 680 Liter E4 ke Instansi Pemerintah di Kalbar

Penyampaian hibah “E4” dilakukan ke beberapa instansi yang secara langsung berperan dalam penanggulangan karhutla di Provinsi Kalimantan Barat...

Tayang:
Editor: Mirna Tribun
TRIBUNFILE/ISTIMEWA
Feri Irawan General Manager Administrasi PT WSL memberikan hibah cairan pemadam E4 secara simbolis kepada Kepala KPH Kubu Raya. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) memerlukan partisipasi berbagai pihak antara masyarakat, instansi, pemerintah dan sektor swasta, terutama perusahaan hutan tanaman dan perusahaan perkebunan yang memanfaatkan sumber daya alam secara langsung.

PT WSL dan PT MTI merupakan perusahaan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) yang bergerak dalam bidang hutan tanaman industri yang beroperasi di wilayah Provinsi Kalimantan Barat dengan total luasan masing-masing sekitar ±40.750 dan ±70.574 Ha, dimana areal operasional perusahaan sebagian besar merupakan lahan gambut.

Dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan, selain melalui pengaturan tata kelola airnya, PT WSL dan PT MTI melakukan inovasi kolaborasi bersama perusahaan security Jepang ALSOK melalui pengembangan bahan pemadam api inovatif berteknologi Jepang, yang diberi nama E4 atau Easy Effective Eco Friendly Extinguisher yaitu cairan pemadam yang ramah lingkungan yang dapat meminimalisir penyebaran api saat terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Kejadian karhutla di Indonesia tahun 2015, 2019, dan 2023 dijadikan pelajaran untuk memperbaiki upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

Polda Kalbar Kerjasama Pemprov Kalbar Gelar Layanan Mudik Gratis Polri Presisi 2024

Pada tahun 2023 PT WSL dan PT MTI melaksanakan program CSR (Corporate Social Responsibility) melalui penyampaian hibah produk cairan pemadam ramah lingkungan “E4” dalam rangka mengantisipasi musim kemarau di tahun 2024.

Penyampaian hibah “E4” dilakukan ke beberapa instansi yang secara langsung berperan dalam penanggulangan karhutla di Provinsi Kalimantan Barat antara lain kepada instansi Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Manggala Agni, Kepolisian, dan Koramil yang berada di sekitar areal operasional PT WSL dan PT MTI.

Program hibah E4 ini diharapkan dapat mendukung instansi terkait dalam upaya penanggulangan bahaya kebakaran hutan dan lahan.

“Produk ini sangat mudah digunakan dan ramah lingkungan yang berbentuk cair dan cocok untuk pengaplikasian pada lahan gambut yang terbakar. UPT KPH Wilayah Kubu Raya mengapresiasi inovasi/produk yang diberikan perusahaan sebagai upaya nyata untuk pengendalian kebakaran hutan dan lahan, semoga terus bersinergi sehingga kebakaran hutan dan lahan dapat kita cegah dan langit biru serta udara bersih di Kalimantan Barat dapat terus diwujudkan,” ujar Ya Suharnoto, Kepala UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah Kubu Raya.

Tunggul Anggoro, Kepala Departemen Sustainability dan Forest Protection PT MTI, memberikan E4 kepada pihak Manggala Agni sebagai antisipasi pencegahan karhutla tahun 2024.
Tunggul Anggoro, Kepala Departemen Sustainability dan Forest Protection PT MTI, memberikan E4 kepada pihak Manggala Agni sebagai antisipasi pencegahan karhutla tahun 2024. (TRIBUNFILE/ISTIMEWA)

E4 merupakan bahan pemadam api ramah lingkungan teknologi jepang yang dikembangkan sebagai cairan pemadam kebakaran yang ramah lingkungan karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya, efektif dan mudah pakai.

Produk E4 digunakan dengan cara melarutkan cairan E4 dengan air (rasio 1:100), menggunakan air sungai ataupun air kanal. Sehingga E4 dinilai efektif untuk pemadaman api, pencegahan kebakaran dan menekan kebakaran berulang (re-ignition) di lahan gambut maupun mineral.

Penggunaan cairan E4 untuk pemadaman juga dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air.

Kemampuan E4 dalam menghemat air untuk pemadaman sangat bermanfaat dalam pengendalian karhutla di konsesi lahan mineral yang umumnya jauh dari sumber air.

PT WSL dan PT MTI melalui program CSR akan terus berkomitmen dalam pengelolaan bisnisnya agar terdapat sinergi antara ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Kerjasama antar para pihak diperlukan dalam upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved