Khazanah Islam

Mengapa Allah Sembunyikan Malam Lailatul Qadar, Berikut Jawabannya Menurut Ustaz

“Malam Lailatul Qadar disembunyikan oleh Allah, agar kita berlomba-lomba agar hidup ini benar,” kata Buya Yahya.

Tribun Pontianak/mod
Keindahan Senja dari Pantai Selimpai, Sambas Kalimantan Barat 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Malam Lailatul Qadar menjadi sangat istimewa, terlebih hadirnya di 10 hari terakhir bulan Ramadan.

Berikut adalah jadwal malam lailatul qadar 2024 apabila mengacu pada hasil sidang isbat Kementerian Agama 1 Ramadan 2024 yang jatuh pada 12 Maret 2024.

21 Ramadan 1445 H: Senin, 1 April 2023

23 Ramadan 1445 H: Rabu, 3 April 2024

25 Ramadan 1445 H: Jumat, 5 April 2024

27 Ramadan 1445 H: Minggu, 7 April 2024

29 Ramadan 1445 H: Selasa, 9 April 2024

Malam Lailatul Qadar menjadi malam yang sangat istimewa bagi umat Islam.

Sudah DImulai, Berikut Ini Perkiraan Malam Lailatul Qadar Lengkap Tata Cara Salat Lailatul Qadar

Hal ini karena, seluruh ibadah yang dijalankan pada malam Lailatul Qadar, nilainya akan sama dengan seribu bulan atau kurang lebih 83 tahun.

Bicara tentang malam Lailatul Qadar, mengapa Allah sembunyikan malam istimewa itu pada 10 hari terakhir?

Hal ini diceritakan oleh ulama besar Buya Yahya dalam Al-bahjah TV.

“Malam Lailatul Qadar disembunyikan oleh Allah, agar kita berlomba-lomba agar hidup ini benar,” kata Buya Yahya.

“Coba jika malam Lailatul Qadar ditentukan (misal) tanggal 17 hari ini, bubar, enggak ada orang di pasar, enggak ada supir angkot, Anda enggak bisa pergi ke mana-mana, semua akan iktikaf.”

“Allah sembunyikan malam Lailatul Qadar biar hidupnya normal. Maka Allah sembunyikan.”

“Tinggal bagaimana Anda menghadang malam Lailatul Qadar dengan ibadah,” kata Buya Yahya.

Malam Lailatul Qadar tentu dinanti-nanti oleh umat Islam.

HUKUM Orangtua Membelanjakan Uang THR Anak Saat Lebaran Idul Fitri

Namun, bagaimana jika perempuan yang sedang haid ingin mendapatkan amalan besar pada 10 hari terakhir itu?

“Lailatul Qadar adalah bagi siapapun hamba Allah yang di malam itu ingat Allah, tidak dalam kubang maksiat,” kata Buya Yahya.

“Sehingga budaya kekasih Allah menghadang malam Lailatul Qadar.”

“Menghadang bagaimana? Dengan cara beribadah, berlomba-lomba ada iktikaf dan sebagainya. Kenapa? Biar dia tidak kelewatan.”

“Ibadah maknanya luas dong. Ibadahlah yang diperbolehkan bagi Anda yang haid.”

“Enggak ada Lailatul Qadar hanya bagi yang suci dari haid, enggak ada.”

“Orang haid pun boleh untuk dapat Lailatul Qadar.”

“Maka, hidupkan malam-malam Ramadan, meskipun Anda sedang haid, seperti biasa. Bahkan bukan malam Ramadan saja.”

“Muslimah yang biasa tahajud, jangan kalau sedang haid Anda libur tahajud.”

“Iya Anda libur solat, tapi tetap bangun malam (misal) siapkan minum untuk suami yang solat dan Anda bisa dzikir dan shalawat sebanyak-banyaknya. Anda beribadah apa saja bukan tidur.”

“Sebab, untuk yang beribadah tengah malam enggak hanya untuk orang suci saja, bisa beribadah dengan dzikir dan sebagainya.”

“Bahkan yang dijanjikan Allah, menyeru di sepertiga malam mana yang minta ampun kepadaKu, akan Ku kasih bukan untuk orang yang suci saja, Anda yang haid boleh,” kata Buya Yahya.

Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar sesuai Petunjuk Rasulullah Nabi Muhammad SAW, Cek Tanda Ini

Berikut adalah Tata Cara Salat Lailatul Qadar yang dikutip dari Kompas TV.

1. Membaca niat salat lailatul qadar

Niat salat lailatul qadar 2 Rakaat.

Ushalli Sunnata lailatil Qadri Rak’ataini Lillahi Ta’aalaa.

Artinya: “Saya niat shalat sunnah lailatil qadr dua rakaat karena Allah Ta’ala”.

Niat salat lailatul qadar 4 rakaat

Ushalli Sunnata lailatil Qadri Arba’arakaatin Lillahi Ta’aalaa.

Artinya: “Saya niat shalat sunnah lailatul qadr empat rakaat karena Allah Ta’ala”.

2. Takbiratul ikhram

Salat lailatul qadar lalu dimulai dengan gerakan takbiratul ikhram dengan membaca kalimat takbir seperti salat pada umumnya.

3. Membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek

Salat lalu dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah pada rakaat pertama hingga keempat.

Setelah itu membaca surat-surat pendek seperti At-Takasur, Al-Qadr, Al-Ikhlas berturut-turut sebanyak tiga kali.

4. Tidak ada tahiyat awal

Berbeda dengan salat wajib yang berjumlah 4 rakaat, pada salat lailatul qadar jika telah sampai pada rakaat kedua tidak perlu duduk tahiyat awal.

Setelah sujud, segera bangun lalu lanjutkan rakaat ketiga.

5. Tahiyat akhir pada rakaat keempat

Jika sudah sampai pada rakaat keempat, lakukan duduk tahiyat akhir dan baca doa tahiyat akhir yang sama seperti pada salat wajib.

Setelah membaca doa tahiyat akhir, ditutup dengan melakukan salam.

(*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW DI SINI

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved