Buka Puasa Bersama Warga Muhammadiyah Kalbar, Prof Hilman Latief: Pedomani Risalah Islam Berkemajuan
Jelang berbuka puasa, Prof Hilman Latief memberikan tausiah secara langsung di hadapan ratusan warga Muhammadiyah Kalbar yang hadir.
Penulis: Ferryanto | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Keluarga besar Muhammadiyah Kalimantan Barat menggelar buka puasa bersama sekaligus pengajian Ramadhan 1445 H di Auditorium Universitas Muhammadiyah Pontianak, Jl Ahmad Yani Kota Pontianak, Jumat 29 Maret 2024.
Buka puasa bersama ini dihadiri langsung oleh Bendahara Umum PP Muhammadiyah yang juga merupakan Dirjen PHU Kementerian Agama RI Prof Hilman Latief, Pj Gubernur Kalbar dr Harisson, Kepala Kanwil Kementerian Agama Kalbar Dr. Muhajirin Yanis, Ketua PW Muhammadiyah Kalbar, Dr Pabali Musa, dan rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak Dr Doddy Irawan.
Jelang berbuka puasa, Prof Hilman Latief memberikan tausiah secara langsung di hadapan ratusan warga Muhammadiyah Kalbar yang hadir.
Ia menyampaikan warga Muhammadiyah harus senantiasa berpatokan dengan Risalah Islam Berkemajuan.
• Safari Ramadan di Rutan Sambas, Beri Bantuan Mushaf Quran dan Santunan Anak Yatim
Risalah Islam Berkemajuan adalah bentuk dari pemahaman terhadap konsep dasar Islam.
Ada 4 hal utama yang harus dipedomani warga Muhammadiyah.
Pertama, bahwa Islam sebagai gerakan dakwah yang senantiasa mengajak ke berbagai perbuatan kebajikan.
"Islam agamaku Muhammadiyah gerakanku, sebagai gerakan maka tidak lepas dari gerakan dakwah, dalam hal ini kita harus mengajak untuk bisa melaksanakan kebajikan - kebajikan. Jadi dakwahnya bukan hanya kita bagaimana mengajarkan ketakwaan dan keimanan, tetapi juga mengajak berbuat kebajikan, dan kebaikan," tuturnya.
Kedua, Islam sebagai gerakan pembaruan yang selalu dinamis bergerak, menciptakan pusat keunggulan di semua lini dengan berbagai inovasi untuk kemaslahatan umat.
"Dunia ini terus berkembang dan berubah, kita tidak bisa bersikap tanpa adanya perubahan, termasuk inovasi di dalam tubuh organisasi. Islam yang baik dan benar tidak mudah, harus memiliki pehamaman yang mendalam, termasuk mengekspresikan dengan berbagai perkembangan," terangnya.
• Hangatkan Ramadhan, Polres Sekadau Berbagi Kebaikan dengan berbagi 150 Takjil Gratis kepada Warga
Ketiga, Islam yang dimaksud sebagai gerakan ilmu.
“Berislam itu tidak mudah karena harus dipelajari, dan harus ada ilmunya. Karena ilmu yang akan menaikan derajat manusia," jelasnya.
Keempat, Islam sebagai gerakan amal, dengan menjadi muslim yang aktif, dinamis bergarak, berkeliling menjalin komunikasi dengan berbagai pihak.
Sementara dalam sambutannya, Pj Gubernur Kalbar dr Harisson yang hadir menilai Muhammadiyah sangat berperan terhadap pembangunan pendidikan di Kalbar.
Ia mengatakan pada tahun 2045 Indonesia memasuki generasi emas, oleh sebab itu ia mengajak Muhammadiyah dapat berperan aktif untuk mewujudkan hal tersebut.
"Jangan sampai nanti jika kita tidak menyiapkan generasi sejak saat ini, generasi selanjutnya tidak mampu bersaing," tuturnya.
Kemudian, salah satu upaya meningkatkan pembangunan masyarakat melalui pembinaan mental dan spritual masyarakat melalui berbagai kegiatan keagamaan.
Melalui kegiatan ini ia berharap dapat lebih meningkatkan rasa ketakwaan dan membuat Kalimantan Barat semakin baik. (*)
| Daehoon Murka, Unggahan Safrie Bersama Anak Jadi Pemicu Konflik Baru Pasca Perceraian |
|
|---|
| Dari Pati ke Dunia, Kiprah Gemilang Pulung Ramadhan Lengkap Profil Biodata serta Umur Sekarang |
|
|---|
| Resmi Berubah Kepastian Tanggal Idul Adha 2026 Menurut Kalender Pemerintah dan Muhammadiyah |
|
|---|
| Amalan Puasa Sunnah Bulan Dzulhijjah Selama 9 Hari Sebelum Hari Raya Idul Adha 1447 H |
|
|---|
| Dosen ITEKES Muhammadiyah Kalbar Edukasi Menarik di Program Keputrian SD Muhammadiyah 2 Pontianak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Bendahara-Umum-PP-Muhammadiyah-Prof-Hilman-Latief-memberikan-tausiah-jelang-buka-puasa.jpg)