Harga Sembako Variatif, Pemkab Sintang Imbau Warga Jangan Panic Buying

"Tapi stok ada. Beras cukup untuk 2 bulan ke depan. Beras mediam SPHP dari pemerintah dijual 11.500 per kilo dengan kemasan 5 kg sehingga satu kemasan

Tayang:
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/KOMINFO SINTANG
Menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Tahun 2024, jajaran Pemerintah Kabupaten Sintang melakukan kunjungan ke Gudang Perum Bulog Sub Divisi Regional Sintang dan agen sembako di Kota Sintang pada Kamis, kemarin. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Tahun 2024, jajaran Pemerintah Kabupaten Sintang melakukan kunjungan ke Gudang Perum Bulog Sub Divisi Regional Sintang dan agen sembako di Kota Sintang pada Kamis, kemarin.

Sidak dipimpin langsung oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno ke Gudang Bulog, Pasar Masuka, Holiday Mart, Agen Telur, dan Agen Sembako yang ada di Kota Sintang.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sintang, Bernhad Saragih menjelaskan bahwa Satgas Pangan Kabupaten Sintang sudah melaksanakan rapat-rapat dan meninjau langsung ke lapangan.

Menurutnya, stok sembako cukup dengan variasi harga.

Operasi Pekat, Polres Sintang Sita Lusinan Petasan Jenis Korek dari Pedagang

"Tapi stok ada. Beras cukup untuk 2 bulan ke depan. Beras mediam SPHP dari pemerintah dijual 11.500 per kilo dengan kemasan 5 kg sehingga satu kemasan HET nya ada 57. 500. Beras premium memang mengalami kenaikan harga tetapi stabil," kata Saragih.

Berdasarkan hasil rapat dan kunjungan satgas saragih memastikan stok cukup. Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakikan panic buying atau memborong sembako dalam jumlah besar untuk keperluan sehari-hari dan keperluan perayaan hari raya keagamaan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sintang, Kurniawan mendorong agar masyarakat bisa membeli dan mengonsumsi beras yang disediakan pemerintah yakni beras medium SPHP.

“Kualitas bagus, stok ada dan harga terjangkau. Kalau ada gejolak pada harga beras premium, karena berlaku hukum pasar, dimana saat permintaan tinggi, maka harga akan naik. Untuk menjaga daya beli masyarakat, kami akan menjaga stok beras medium, sambil melakukan operasi pasar dan gerakan pangan murah," kata Kurniawan. (*)

Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW DI SINI

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved