Ramadhan Kareem

Inilah Perbedaan antara Malam Nuzulul Qur'an dan Lailatul Qadar, Simak Amalan-amalannya

"Barang siapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampu

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Endro
Simak Bacaan Doa masukanya hari ke 9 Ramadhan 1445 Hijriah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Umat muslim pun diimbau untuk bisa memperbanyak amal ibadah dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT untuk memperingati malam Nuzulul Qur'an.

Seperti yang diketahui, 1 Ramadan 1445 H berdasarkan keputusan pemerintah jatuh pada 12 Maret 2024.

Dengan begitu, maka tanggal 17 Ramadan 1445 jatuh pada 28 Maret 2024. Sehingga pada tahun ini, malam Nuzulul Qur'an diperingati pada Rabu malam, 27 Maret 2024.

Hal ini sesuai dengan firman allah SWT: “...malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan”. (QS.Al-Qadr: 3 )

Disebut lebih baik maksudnya adalah amalan dan ibadah yang kita lakukan selama satu malam di malam Nuzulul Qur'an lebih baik dari amalan yang dilakukan selama seribu bulan.

Hal ini sesuai hadis nabi:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِه.

"Barang siapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari)

Cara Buat Twibbon Nuzulul Quran 2024 Lengkap Link untuk Media Sosial

Lalu, apa perbedaan antara malam Nuzulul Qur'an dan Lailatul Qadar ?

Istilah Lailatul Qadar berasal dari dua kata bahasa arab yakni “lailatun” yang artinya “malam” dan “qadrun” yang artinya “kemuliaan”.

Melansir laman Nahdlatul Ulama (NU), beberapa pakar tafsir menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan melalui dua kali proses yaitu secara keseluruhan (jumlatan wahidah) dan secara bertahap (najman najman).

Lailatul Qadar adalah peristiwa diturunkannya Al-Quran oleh Allah SWT secara menyeluruh di langit dan dikumpulkan jadi satu di Baitul Izzah sebelum diterima Nabi Muhammad di bumi melalui malaikat Jibril.

Malam Lailatul Qadar ini dijelaskan langsung dalam Al-Quran surat Ad-Dukhan ayat 3-5 yang artinya:

“Sesungguhnya kami menurunkan Al-Quran pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah yang mengutus rasul-rasul.

Ibnu Abbas dan yang lainnya menegaskan “Allah menurunkan Al-Qur’an sekaligus (30 juz, red) dari lauhil Mahfudz ke Baitul Izzah langit dunia.

Rasulullah tidak menjelaskan secara pasti Lailatul Qadar terjadi saat Ramadan hari ke berapa.

Beberapa ulama pun berpendapat, malam Lailatul Qadar terjadi di 10 hari terakhir di bulan Ramadan pada tanggal ganjil. Adapula yang berpendapat tepat terjadi pada malam 24 Ramadan.

Pendapat ini sebagaimana ditegaskan dalam riwayat Ibnu Abbas dan Watsilah bin al-Asqa’.

“Sebagaimana bercerita kepadaku Abu Kuraib, beliau berkata, bercerita kepadaku Abu Bakr bin ‘Ayyasy dari al-A’masy dari Hassan bin Abi al-Asyras dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas beliau berkata; Al-Qur’an diturunkan secara keseluruhan pada malam 24 dari bulan Ramadan, kemudian diletakan di Baitul Izzah.

Catat Jadwal Malam Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar 2024, Mulai Tanggal 27 Maret

Nuzulul Quran

Jika Lailatul Qadar adalah proses turunnya Al-Quran secara keseluruhan di Baitul Izzah, maka Nuzulul Quran adalah turunnya Al-Quran secara bertahap kepada Rasulullah.

Nuzulul Quran merupakan waktu di mana Al-Quran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui perantara Malaikat Jibril.

Dalam proses turunnya Al-Quran secara bertahap, wahyu pertama yang diterima Nabi adalah Surat al-‘Alaq ayat 1-5.

Saat itu Nabi berusia 40 tahun dan sedang menyepi di gua Hira, tepatnya pada tanggal 17 Ramadan (sekitar 608-609 M).

Suatu malam, tiba-tiba Jibril datang membawa wahyu kemudian memeluk dan melepaskan Rasulullah SAW sebanyak 3 kali.

Setiap kali memeluk, Jibril mengatakan, “Iqra’!” artinya “Bacalah.” Saat itu Rasulullah menjawab “Aku tidak mengenal bacaan,”

“Iqra’ bismi rabbikal ladzi khalaq, khalaqal insana min alaq. Iqra wa rabbukal akram. Alldzi allama bil qalam. Allamal bil qalam. Allamal insana ma lam ya’lam."

Malaikat Jibril kemudian menurunkan Al-Quran kepada Nabi secara berangsur, ayat demi ayat, di waktu yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan selama 20-21 tahun.

(*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: KLIK DISINI

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved