Ramadhan Kareem

Bulan Suci Ramadhan, Ketua PWNU Kalbar : Momentum Pendinginan Hati Pasca Pemilu

Ia mengatakan, pada moment Pemilu banyak perbedaan pilihan baik dari Pemilihan Presiden ataupun anggota legislatif.

Penulis: Ferryanto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Ketua Tanfidziah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Barat KH. Syarif. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Tanfidziah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Barat KH. Syarif menghimbau kepada seluruh umat islam Kalimantan Barat untuk menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum pendinginan hati pasca Pemilu 2024.

Ia mengatakan, pada moment Pemilu banyak perbedaan pilihan baik dari Pemilihan Presiden ataupun anggota legislatif.

"Kiranya Ramadhan ini menjadi momentum pendinginan hati, karena target Ramadhan itu dijadikan oleh Allah sebagai pengendali hawa nafsu, orang yang berpuasa Ramadhan itu biasanya lebih khusuk mendekatkan diri kepada Allah, dan disaat itulah Allah memperbaiki hati," tuturnya, senin 11 maret 2024.

Bulan Suci Ramadhan ini, ia pun berharap dapat dijadikan umat Islam di Kalbar momentum memperbaiki diri sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW.

Baca juga: Keutamaan Sholat Tarawih Malam Pertama Bulan Puasa Ramadhan, Rugi jika Terlewatkan

"Semoga Ramadhan ini dapat menyalurkan hikmah melalui berbagai kegiatan ibadah, puasa, teraweh, shodakoh, silaturahmi, berkata yang baik, dapat semakin memperbaiki akhlakul karimah," terangnya.

Kemudian, terkait perbedaan pendapat tentang penetapan 1 Ramadhan antar organisasi, ia mengatakan adalah hal yang diperbolehkan dalam Islam.

Dimana setiap pihak memiliki dasar keilmuannya.

"Dalam keilmuan Islam itu ya diperbolehkan berbeda pendapat, karena masing - masing punya cara. Dan NU menggunakan Ilmu Hisab dan Rukyat, dan kesimpulan dari NU sama dengan kementrian Agama, ketika hilal itu tidak nampak di bulan Syachban, maka dilakukan takmil, yaitu penyempurnaan bulan 30 hari, maka hari ini tanggal 30 Syachban maka besok harus melakukan puasa,"

"Harapan saya perbedaan ini tidak berdampak tidak baik bagi kondusifitas antar golongan di Islam itu sendiri," harapnya. (*)

Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW DI SINI

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved