931 TPS Rawan di Kubu Raya, Bupati Muda Jaminkan Petugas KPPS BPJS ketenagakerjaan
"Rawan bisa dari kategori distribusi logistik, Rawan dari pemungutan suara, oleh karena itu hal ini harus di petakan agar bisa meningkatkan kualitas d
Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya H Muda Mahendrawan ajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dan bersinergi terhadap TPS Rawan yang ada di kabupaten Kubu Raya.
Pernyataan ini disampaikannya saat menghadiri Apel Siaga dan Launching Tempat Pemungutan Suara (TPS) Rawan yang di gelar oleh Bawaslu kabupaten Kubu Raya pada Kamis 25 Januari 2024 di Hotel Alimoer Kubu Raya.
"Apel Siaga ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, salah satunya Kabupaten Kubu Raya, oleh karena itu TPS rawan ini haruslah di kita perhatikan khusus untuk menekan angka kerawanan tersebut," ucap Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan
Ditempat yang sama, Muda menyebutkan, Tempat Pemungutan Suara (TPS) rawan ini terbagi dari beberapa kategori dan tingkat kerawananya, oleh karena itu hal ini harus di minimalisi kerawananya.
"Rawan bisa dari kategori distribusi logistik, Rawan dari pemungutan suara, oleh karena itu hal ini harus di petakan agar bisa meningkatkan kualitas dalam proses pemungutan suara nantinya," ungkap Muda.
• Pemkab Kubu Raya Bantah 5 Pulau di Batu Ampar Masuk Kabupaten Kayong Utara
Ia menuturkan di Kabupaten Kubu Raya saja tersebar sebanyak 1.967 TPS di 123 Desa dengan 9 Kecamatan yang ada di Kabupaten Kubu Raya.
"Hal ini tentunya menjadi tanggungjawab KPU, Bawaslu, TNI, Polri dan bahkan Pemerintah Kabupaten sendiri untuk memastikan Kondusifitas dan keamanan pada proses pemungutan suara nanti," kata Bupati Muda Mahendrawan.
Pada kesempatan yang sama Bupati Kubu Raya ini Pemkab Kubu Raya memberikan dukungan kepada seluruh para petugas KPPS yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan sudah di realisasikan bahkan dari Bulan lalu, tentunya ini akan menjadi salah satu bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten terhadap pekerjaan yang bisa di sebut sebagai pekerja rentan.
"Untuk petugas KPPS yang di berikan BPJS Ketenagakerjaan, dari bulan lalu sudah kita realisasikan, oleh karena itu ini menjadi jaminan mereka dalam bekerja, kita tidak mau hal yang sama terjadi ketika pemilu 2019 lalu di seluruh Indonesia ada yang petugas yang mendapat musibah, ini salah satu bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Kubu Raya," katanya.
Sementara Ketua Bawaslu Kabupaten Kubu Raya Encep Endan mengungkapkan pihaknya telah melakukan analisis berdasarkan pengalaman pada pemilu sebelumnya. Sehingga dinamika sosial masyarakat yang mungkin terjadi pada saat pemilu 14 Februari nanti dapat diantisipasi sedari awal.
“Kurang lebih ada 931 TPS rawan menurut hasil analisis kami dan ini potensi. Semua ini adalah potensi. Bukan berarti ke depan pasti akan terjadi. "Ujarnya
Dikatakannya lagi, Makanya sebagai warning bagi kami di jajaran Bawaslu untuk bagaimana bisa mengawal proses tahapan penyelenggaraan pemilu ini. Dari total 1.967 TPS, sekitar 41 persen menurut hasil analisis adalah rawan. Tentu ini belajar dari pengalaman pemilu sebelumnya,” pungkasnya. (*)
Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW DI SINI
Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini
Kubu Raya Menanjak
KPPS
BPJS Ketenagakerjaan
Muda Mahendrawan
Bupati
Kubu Raya
Kalbar
26 Januari
Jumat
2024
Update Harga Sembako di Kalimantan Barat Hari Ini Terbaru: Cabai Naik, Bawang dan Daging Turun |
![]() |
---|
Gubernur Kalbar Ria Norsan Imbau Massa Aksi Jaga Kondusifitas dan Sampaikan Aspirasi dengan Damai |
![]() |
---|
Unjuk Rasa Sempat Berlanjut di Bundaran Digulis Jumat Malam |
![]() |
---|
Aksi Damai Berlanjut ke Bundaran Digulis |
![]() |
---|
6 Peristiwa Terpopuler Kalbar! Pendemo Bakar Motor Polisi hingga 4 Tersangka Penyelundup Telur Penyu |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.