Banyak Akses Jalan Terputus, MDMC Sintang Sebut Warga Terdampak Banjir Butuh Bantuan Pengobatan

Topan mengungkapkan banyak warga yang memerlukan bantuan pengobatan terutama yang akses jalannya tertutup banjir.

Tayang:
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Sintang melakukan Assessment dampak bencana Banjir dan pemetaan wilayah potensi bencana di wilayah Kecamatan Sintang tepatnya di Kelurahan KKU, Menteng, KKI, KKHU, Kelurahan Ladang, Desa Baning, dan Desa Suingai Ana. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Sintang melakukan Assessment dampak bencana Banjir dan pemetaan wilayah potensi bencana di wilayah Kecamatan Sintang tepatnya di Kelurahan KKU, Menteng, KKI, KKHU, Kelurahan Ladang, Desa Baning, dan Desa Suingai Ana.

Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan informasi awal tentang kebutuhan dan hambatan masyarakat yang terdampak banjir di wilayah tersebut sehingga bantuan yang diberikan akan tepat guna dan tepat sasaran.

"Sample data yang diambil terbilang cukup detail meliputi nama daerah, koordinat, tingkat ketinggian air, hingga data spesifik seperti jumlah KK, usia, kebutuhan dan masalah yang dihadapi korban bencana banjir," kata Ketua MDMC Kabupaten Sintang Aldo Topan Rivaldi, Senin 22 Januari 2024.

Menurut Topan, Assessment dinilai sangat penting bagi MDMC, belajar dari banjir sebelumnya mengingat banyak warga yang mengeluh perihal bantuan yang tidak tepat sasaran dan terbuang sia-sia.

“Waktu banjir lalu, Kami sering temukan di lapangan masyarakat mengeluh bantuan yang datang beras dan mie saja, padahal mereka punya anak kecil yang butuh susu, popok, obat-obatan dan juga makanan berprotein," ungkap Topan.

Baca juga: BPBD Sintang Akan Usulkan Kenaikan Status Siaga Jadi Tanggap Darurat Banjir

Dari hasil sementara di lapangan, Topan mengungkapkan banyak warga yang memerlukan bantuan pengobatan terutama yang akses jalannya tertutup banjir.

“Tadi banyak yang ngeluh minta bantuan pengobatan juga, ada yang sakit gatal-gatal, muntah, bahkan ada yang emang sudah sakit lama mau berobat susah ndak bisa keluar," ungkapnya.

Dengan adanya proses assessment yang dilakukan oleh MDMC Sintang diharapkan bantuan yang datang bisa tepat sasaran dan benar-benar menyasar warga yang memang membutuhkan.

“Ya memang dalam bencana bantuan tidak boleh pandang bulu, tidak kenal kaya miskin semua korban. Akan tetapi skala prioritas dan ketepatan manajamen pengelolaan bantuan juga sangat dibutuhkan pada situasi krisis seperti ini, untuk itulah kami melakukan semua ini agar mempermudah kerja-kerja kemanusiaan ini," beber Topan..

Kegiatan Assessment ini juga merupakan salah satu SOP wajib MDMC dalam merespon bencana namun sangat disayangkan belum mampu menyasar lebih jauh tempat-tempat yang terdampak bencana dikarenakan keterbatasan anggaran dari MDMC sendiri.

“Keterbatasan anggaran MDMC tidak menyurutkan semangat kami untuk menolong orang, Sementara ini Kami hanya mampu menyisir area-area yang dapat kami jangkau dengan biaya rendah," kata Topan..

Hasil assessment dan pemetaan juga nantinya akan dibagikan MDMC kepada stakeholder baik pemerintah maupun organisasi non pemerintah yang bergerak pada fokus kebencanaan untuk dapat bersama-sama menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

“Sekarang masih penghimpunan data, hasilnya nanti akan kami share kepada mitra-mitra yang bergerak dibidang kebencanaan, supaya bisa saling bahu-membahu menyelesaikan masalah banjir ini," ujar Topan. (*)

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved