Banjir Sintang

Banjir di Sintang Sebabkan Akses Jalan ke 6 Desa-Kelurahan Terputus

Warga terdampak banjir sebagian besar masih bertahan di rumahnya masing-masing. Tatang sudah meminta setiap kades dan lurah untuk menyiapkan lokasi pe

Tayang:
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FILE
Sejumlah pelajar menaikan perahu motor melewati banjir untuk pergi ke sekolah. Jalan tembulan arah desa Lalang-Tertung terdampak banjir. Banjir luapan sungai Kapuas-Melawi memutus akses jalan darat menuju ke 6 desa dan kelurahan di Kecamatan Sintang. Dari 29 desa dan kelurahan yang ada di Kecamatan Sintang, hanya 3 desa yang belum melaporkan dampak banjir. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Banjir luapan sungai Kapuas-Melawi memutus akses jalan darat menuju ke 6 desa dan kelurahan di Kecamatan Sintang.

Dari 29 desa dan kelurahan yang ada di Kecamatan Sintang, hanya 3 desa yang belum melaporkan dampak banjir.

"Ketinggian air hari ini naik 5 sampai dengan 10 centimeter," kata Camat Sintang, Tatang Supriyatna, Jumat 19 Januari 2024.

Berdasarkan daya yang dihimpun pihak Kecamatan dari laporan para kades dan lurah, 6 titik jalan desa dan kelurahan yang terputus akibat banjir antara lain: Kelurahan batu lalau, Kelurahan mekar jaya, Desa Tebing raya - mungguk bantok, Desa Lalang baru - tertung, Desa Anggah jaya dan Desa Kebiau baru. Beberapa warga saat ini menggunakan rakit dan perahu motor untuk menyeberang jalan.

"Data per hari ini, 6.115 jiwa terdampak banjir. 9 KK mengungsi di rumah keluarga masing-masing," kata Tatang.

Antisipasi Dampak Banjir, Disdikbud Sintang Keluarkan Edaran, Perbolehkan Siswa Belajar dari Rumah

Warga terdampak banjir sebagian besar masih bertahan di rumahnya masing-masing. Tatang sudah meminta setiap kades dan lurah untuk menyiapkan lokasi pengungsian.

"Kita masih imbau kepada masing-masing desa kelurahan untuk menyiapkan lokasi pengungsi apabila suatu saat dibutuhkan," jelas Tatang.

Ganggu Aktivitas Warga

Banjir di Kota Sintang, mulai menggangu aktivitas warga. Dari pantauan Tribun, cukup banyak genangan di jalan pemukiman, halaman rumah warga, hingga fasilitas pendidikan.

Sebagian warga terpaksa membuat jembatan darurat untuk beraktivitas.

"Air semakin naik. Di jalan depan rumah se dada orang dewasa," kata Aan Gunadi, warga Kelurahan Alai.

Saat ini, Gunadi masih bertahan di rumah untuk berjaga- jaga bila air semakin tinggi.

"Sudah hampir 6 hari. Kemungkinan pasti naik airnya. Aktivitas ya terganggu, kadang kewalahan juga mau keluar susah ndak bisa ngapa- ngapain," ujar Aan. (*)

Ikuti Terus Berita Lainnya di Sini

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved