TPST Edelwiss Pontianak Bisa Olah Sampah Anorganik Jadi BBM
Untuk sampah yang organik di TPST ini dapat mengolahnya menjadi 3 hal yakni menjadi gas untuk memasak, pupuk kompos dan budidaya ulat maggot.
Penulis: Muhammad Firdaus | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Syarif Usmulyono mengunjungi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Edelwiss yang beralamat di Jl Purnama II, Kota Baru, Pontianak Selatan, Rabu 3 Januari 2024.
Ia mengungkapkan di TPST milik Dinas Lingkungan Hidup ini dapat mengolah sampah organik dan anorganik menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai jual.
Ia berharap, melalui TPST ini, ke depan persoalan sampah di Kota Pontianak tidak lagi dianggap sebagai sebuah masalah.
Ia menjelaskan, sebelum diolah, sampah-sampah di TPST ini akan terlebih dahulu dipilah menjadi yang organik dan anorganik.
Setiap harinya, TPST ini mampu mengolah sampah organik dan anorganik hingga 10 ton.
• Produksi Sampah di Kota Pontianak Capai 406 Ton Perhari
Untuk sampah yang organik di TPST ini dapat mengolahnya menjadi 3 hal yakni menjadi gas untuk memasak, pupuk kompos dan budidaya ulat maggot.
"Pertama dengan sistem biodigester kita dapat hasilkan gas, gas ini yang biasa digunakan untuk tabung gas dapur itu, nah yang kedua pupuk komposting, yang ketiga ulat Maggot," ujarnya usai kunjungan.
"Jadi untuk sampah organik selesai untuk tiga hal itu," imbuhnya.
Sedangkan untuk sampah anorganik, TPST Edelwiss dapat mengolahnya menjadi BBM hingga 3 jenis sekaligus, yakni setara Pertalite, Minyak Tanah dan Solar.
"Nah untuk anorganik itu berupa kresek, kalau botol tidak sampai di sini lagi karena botol selesai di tingkat pemulung tuh, nah untuk yang anorganik bersifat kresek di sini dengan sistem pirolisis ini kami ubah menjadi BBM," ungkapnya.
"Nah BBM ini ada tiga hal di sini, bisa jadi setara Pertalite, lalu yang kedua itu bisa menjadi Minyak Tanah dan ketiga bisa menjadi Solar," tuturnya.
"Tinggal nanti kita main di alat pirolisis itu suhunya, dari 75 sampai 125 derajat itu kalau kami pakai suhu tersebut bisa dapat Pertalite, nah kalau 125 sampai 275 derajat kami dapat itu Minyak Tanah, nah kalau 275 derajat ke atas suhunya kami akan dapat itu Solar," jelasnya.
Berdasarkan hasil pengolahan yang sudah dilakukan sejauh ini, 1 kg sampah anorganik dapat mengahasilkan hingga 1 liter BBM.
"Berdasarkan hasil pengolahan kami saat ini itu satu banding 1, jadi 1 kilo dapat 1 liter," jelasnya.
Lanjutnya, sementara ini, BBM yang dihasilkan tersebut hanya digunakan untuk operasional di TPST Edelwiss dan belum dipasarkan.
sampah
Dinas Lingkungan Hidup
Syarif Usmulyono
BBM
Pontianak
Kalimantan Barat
Kalbar
3 Januari
Rabu
2024
| 6 Peristiwa Terpopuler Kalbar! Wanita Tua Simpan Sabu di Ketapang, Viral Pencurian SMPN 1 Anjongan |
|
|---|
| Cuaca Kalbar Besok 27 April 2026 di 14 Daerah! Suhu Udara Capai 23 Derajat, Pontianak Hujan Lebat |
|
|---|
| Detik-detik Kebakaran Lahan di Kedamin Hulu: Dekat Tiang Listrik dan Gudang Gas, Warga Ketakutan |
|
|---|
| Pemkot Pontianak Akan Sulap Pasar Tak Optimal dengan Konsep Baru, Seperti Apa? |
|
|---|
| Daftar Money Changer di Sanggau dan Alternatif Bank untuk Tukar Uang Asing |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Lingkungan-Hidup-Kota-Pontianak-Syarif-Usmulyono435rf.jpg)