Produksi Sampah di Kota Pontianak Capai 406 Ton Perhari
Untuk pengurangan sampah saat ini diakui Usmulyono mencapai 25 persen. Artinya sampah yang ditimbulkan oleh masyarakat sebelum sampai ke Tempat Pembua
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak, Syarif Usmulyono mengatakan sampah menjadi hal serius yang ditangani lantaran mengalami penambahan seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di Kota Pontianak.
Ia mengatakan banyaknya kegiatan usaha berdampak pada produksi sampah. Jika pada tahun 2022 Kota Pontianak memproduksi sekitar 401 ton sampah per hari, Usmulyomo mengatakan Tahun 2023 dengan pertambahan jumlah penduduk sebesar 1,8 persen produksi sampah juga bertambah.
Terjadi peningkatan dari 401 ton sampah menjadi 406 ton sampah perhari.
"Penambahan jumlah sampah yang ada saat ini mencapai 406 ton, itu per hari. Saat ini Pemerintah Kota Pontianak kalau pengelolaan sampah ini ada dua, ada penanganan sampah dan ada pengurangan sampah (oleh pemulung," ujarnya Selasa 19 Desember 2023.
• Rusak Fasilitas Masjid, Seorang Pria Jadi Babak Belur, Ketahuan Warga Saat Jatuhkan Etalase
Untuk pengurangan sampah saat ini diakui Usmulyono mencapai 25 persen. Artinya sampah yang ditimbulkan oleh masyarakat sebelum sampai ke Tempat Pembuangan Akhir atau TPA terjadi pengurangan oleh pemulung dan DLH.
"Pengurangan sekitar 25 persen, sudah terkurangi. Jadi keberadaan pemulung, sebenarnya membantu kita asalkan kita tertibkan dengan baik. Di TPS terbesar yaitu Pasar Mawar juga terjadi pemilahan oleh pemulung, di sana ada sekitar 40-an pemulung," ujarnya.
Keberadaan pemulung kata Usmulyono diakui atau tidak mempengaruhi volume sampah, ibarat mata uang dengan dua sisi, satu sisi membantu dan satu sisi apabila tidak dikelola dengan baik bisa saja mengambil barang-barang penting dan buang barang yang tak penting akhirnya mengotori.
"Pemulung-pemulung dalam pembinaan kami, Alhamdulillah pengurangan sampah akibat adanya pemulung dan TPST mencapai 25 persen. Jadi 75 persen yang masih, masuk ke TPA kita. Sampai saat ini sampah yang tadi sisa 300-an itu sampai TPA itu sampai saat ini masih kita lakukan dengan sistem kontrollensil," ujarnya.
Ikuti Terus Berita Lainnya di Sini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Tumpukan-sampah-di-TPS-Pasar-Mawar-baru-baru-ini235ewf.jpg)