Lima Tahun Edi Kamtono Membangun Kota Pontianak
"Saat itu, dimana yang tadinya kita fokus kepada infrastruktur, sosial dan lainnya berubah untuk lebih fokus ke kesehatan. Jadi mengikuti arahan dari
Penulis: Ferlianus Tedi Yahya | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono menjadi narasumber dalam acara Tribun Pontianak Potcast (Triponcast) edisi Senin, 18 Desember 2023.
Sebelum berakhirnya masa jabatan, pada tanggal 23 Desember 2023 mendatang, Edi Kamtono menceritakan bagaimana perjalanannya panjangnya membangun Kota Pontianak selama kurang lebih 5 tahun pada periode pertama.
Pada awal acara ia mulai menceritakan awal dari visinya yakni, Pontianak Kota Khatulistiwa berwawasan lingkungan yang cerdas dan bermartabat.
"Berawal dari visi ini, kita tuangkan kedalam RPJMD selama 5 tahun dan dalam perjalanan kita tidak memperkirakan adanya pandemi covid-19 pada saat itu," katanya.
Saat awal menjabat, Edi mengaku terus berjalan dengan penuh semangat sehingga pada tahun 2019 target sudah dilewati dan sesuai on progres dengan sangat baik dari sisi program perencanaan yang bertahap.
Kemudian pada awal tahun 2020, masa kepemimpinannya mengalami goncangan yang cukup serius karena harus berhadapan dengan krisis kesehatan yaitu covid-19 dan harus merubah semua pemikirannya.
"Saat itu, dimana yang tadinya kita fokus kepada infrastruktur, sosial dan lainnya berubah untuk lebih fokus ke kesehatan. Jadi mengikuti arahan dari pemerintah pusat saat itu, sebagian anggaran kita fokuskan untuk mengatasi covid-19. Sehingga banyak perencanaan yang berubah, tapi untuk pelayanan-pelayanan dasar tetap kita laksanakan saat itu hingga 2020," jelasnya.
• Terjadi Letupan Disertai Api di SPBU Jalan KH Ahmad Dahlan Pontianak
Berlanjut hingga tahun 2021, pihaknya harus memikirkan anggaran yang harus terfokus kepada bidang kesehatan dengan sebanyak hampir 500 milyar anggaran APBD.
"Ini sempat membuat kita menjadi pesimis karena pada saat itu angka kemiskinan meningkat pengangguran meningkat, pertumbuhan ekonomi juga melambat, tapi kita berusaha untuk menjaga dan Alhamdulillah pada akhir tahun 2021 kita mampu recovery mengejar keterlambatan-keterlambatan beberapa program seperti waterfron, jalan, pembangunan rumah sakit di Pontianak Utara dan bidang kesehatan serta bidang pendidikan dan lainnya," ungkapnya.
Berlanjut pada tahun 2022, dijelaskan Edi saat itu kondisi Kota Pontianak kembali normal dan mengalami perubahan angka kemiskinan menurun bahkan IPM meningkat.
"Ini yang kembali memberikan kami semangat sehingga program-program yang tadinya tertunda bisa diselesaikan dan alhamdulilah akhir tahun 2023 ini semuanya sudah melampaui target dari kerangka RPJMD yang kita buat saat itu," katanya.
Menilik kondisi pendidikan saat ini jga disebutkannya sesuai dengan misi yang pertama yaitu mewujudkan SDM yang sehat, cerdas dan bermartabat.
"Tentunya tugas pemerintah kota hanya menyiapkan pada tingkat SMP karena pada tingkat SMA/SMK ditangani Provinsi dengan wajib belajar 12 tahun. Nah, ini kita ada bangun infrastruktur sekolah dengan menambah ruang kelas dan rehabilitasi pembangunan termasuk sarana lingkungan penunjang seperti WC, fasilitas olahraga dan lainnya," tuturnya.
"Kita juga ada membangun SMP 8 dan SMP terpadu yang baru, karena waktu itu terjadi musibah kebakaran gambut dna kita bangun. Memang masih ada rencana pembangunan SMP yang masih akan kita lakukan di wilayah Barat dan Timur," tambahnya.
Sektor pendidikan ini sendiri juga menjadi salah satu yang diperhatikan Edi, tidak hanya kepada sekolah-sekolah negri saja tapi juga swasta yang ada, dan ini menjadi bentuk kolaborasi dari sektor pendidikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Wali-Kota-Pontianak-Edi-Kamtono-menjadi-345ewf.jpg)