Kisah Haru Petugas Damkar Saat Padamkan Api di Bulan Puasa

"Nah, saat padamkan api waktu itu selesai sudah hampir menjelang sahur. Kemudian saya dan beberapa rekan damkar yang menjalankan ibadah puasa itu maka

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Sekertaris Forum Komunikasi Pemadam Kebakaran Pontianak, Eddy Zulkarnaen. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kejadian kebakaran kerapkali terjadi tanpa mengenal waktu baik pagi, siang dan malam hari, bahkan terjadi pada kondisi-kondisi tertentu seperti di Bulan Ramadhan, yang mengharuskan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) harus menjalankan tugas bersamaan dengan peribadatannya.

Salah satu cerita menarik, disampaikan oleh Sekertaris Forum Komunikasi Pemadam Kebakaran Pontianak, Eddy Zulkarnaen, dimana pada saat bulan puasa, ia bersama beberapa rekannya saat itu harus bertugas memadamkan api dan tanpa meninggalkan kewajibannya untuk berpuasa.

"Pada waktu itu di bulan puasa, terjadi kebakaran yang terjadi pada waktu malam hari di salah satu tempat di Kota Pontianak dan saat itu kita bekerja memadamkan api hingga menjelang sahur, karena niatan menjalankan puasa kita hanya minum 2 air aqua gelas saja saat sahur," katanya kepada tribunpontianak.co.id Senin, 18 Desember 2023.

Lain waktu ia juga menceritakan bagaimana dirinya pernah melakukan pemadaman dan baru selesai sekitar pukul 2 dinihari di bulan Ramadhan.

"Nah, saat padamkan api waktu itu selesai sudah hampir menjelang sahur. Kemudian saya dan beberapa rekan damkar yang menjalankan ibadah puasa itu makan didepan gang disalah satu rumah makan. Tapi karena duitnya terbatas saat itu, jadi makanannya juga terbatas. Karena kan saat memadamkan api kami jarang membawa barang-bawang berharga kecuali HP dan HT. Jadi kami memesan makanan dengan menu ekonomis," tuturnya.

Sering Alami Kendala Saat Memadamkan Api, Relawan Damkar Harapkan Perhatian Khusus

Lebih lanjut, setelah memesan dan menikmati makanan yang telah disiapkan oleh pihak rumah makan. Eddy bersama rekannya sesekali menebarkan senyuman dan menyapa beberapa warga yang juga ikut makan di rumah makan tersebut.

"Setelah kita selesai makan untuk sahur itu kan kita mau bayar tu. Ternyata makanan kita sudah dibayarkan oleh orang baik yang kita juga tidak tau siapa, karena dia sudah pulang duluan setelah makan, rupanya dibayarkan. Hal seperti inilah kadang-kadang menjadi reward bagi kami," ungkapnya.

Selain itu, ia diwaktu yang berbeda dimana pada saat itu juga pernah terjadi kebakaran yang cukup banyak bahkan terjadi lebih dari 3 kali.

"Pernah juga waktu itu, belum selesai baju kita cuci, balum selesai jemur, bahkan belum kering sudah ada panggilan lagi dan saat itu jumlah pemadam belum sebanyak sekarang ini dan jamnya saat itu sudah mendekati waktu berbuka puasa. Jadi setelah memadamkan api, masyarakat yang dekat dengan lokasi kebakaran itu memberikan kita makan dan minum seadanya untuk berbuka. Itu yang juga menjadi salah satu reward bagi kami," kata Eddy.

"Yang jelas kami tidak pernah meminta dan memang mereka yang memberikannya kepada kita, ini sungguh luar biasa bagi kami. Mudah-mudahan orang baik tersebut selalu mudahkan rejekinya, amin," tambah Eddy.

Selain itu, ia juga berterima kasih kepada masyarakat yang perduli dan mau memberikan jalan untuk mobil pemadam saat menuju ke lokasi kebakaran.

"Kita berterima kasih kepada masyarakat yang perduli. Kadang-kadang susah juga, dijalan kita kan mau cepat tu tapi biasanya dinilai ugal-ugalan. Untuk itu kami mohon maaf, karena secepat mungkin kita menuju ke lokasi. Nah, ini yang kadang-kadang dapat menimbulkan persepsi yang berbeda di masyarakat," pungkasnya. (*)

Ikuti Terus Berita Lainnya di Sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved