Sering Alami Kendala Saat Memadamkan Api, Relawan Damkar Harapkan Perhatian Khusus
"Karena selama ini terkadang ada oknum-okum tertentu masyarakat yang tidak perduli terhadap tugas kemanusiaan bagi kami pemadam kebakaran," katanya.
Penulis: Ferlianus Tedi Yahya | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sekertaris Forum Komunikasi Pemadam Kebakaran Pontianak, Eddy Zulkarnaen mengungkapkan saat berada di lapangan, pihaknya kerap kali menemukan beberapa kendala, mulai dari kondisi di jalanan dan kesulitan air.
"Kendala di lapangan ini terkadang salah satunya sudah banyak kendaraan pribadi di jalan, sedangkan jalan itu sendiri lambat dalam pembangunannya. Otomatis pada saat tertentu apabila ada kebakaran kawan-kawan dari Posko atau tempatnya mereka berada menuju ke Tempat Kejadian Kebakaran (TKK) itu terkendala oleh hal tersebut," katanya Senin, 18 Desember 2023.
Dengan ini, ia berharap kepada masyarakat agar dapat berkenan untuk memberikan akses jalan saat kondisi tertentu saat tim Pemadam Kebakaran (Damkar) memadamkan api.
"Karena selama ini terkadang ada oknum-okum tertentu masyarakat yang tidak perduli terhadap tugas kemanusiaan bagi kami pemadam kebakaran," katanya.
• Tiga Rumah di Desa Parit Baru Kubu Raya Ludes Terbakar, Korban Mengaku Rugi Hingga Ratusan Juta
Disamping itu, kendala air juga kerap kali ditemukan dibeberapa wilayah dan tempat-tempat tertentu.
"Kendala air ini ditempat-tempat tertentu aja, karena banyaknya pembangunan seperti parit dan selokan itu banyak disumbat dengan pembangunan jembatan beton dan segala macam. Itu menjadi kendala bahkan hidran juga berkurang dan tidak ada penambahan secara signifikan, jadi kalau tempat-tempat tertentu itu menjadi sulit," ungkapnya.
"Kami itu ibaratnya datang terlambat dicaci maki, datang cepat tidak terima kasih. Nah, ini sudah tak heran lagi kalau di lapangan seperti ini. Omelan ini kadang-kadang kami dengar dari pemilik yang terjadi kebakaran itu sendiri yang menyebutkan kenapa datang terlambat," tambahnya.
Kondisi relawan saat ini sudah cukup mewabah di sekitar Kota Pontianak dan Kubu Raya, bahkan dikatakannya tidak dapat dibendung.
"Pontianak Kubu Raya sekarang ini totalnya sudah hampi 100 yayasan perkumpulan yang ada dan itu tidak bisa kita bendung, karena ini kan sifatnya sosial," ungkap Eddy.
Dengan ini, ia juga berharap kepada pemerintah untuk dapat memberikan perhatian khusus kepada seluruh relawan damkar yang ada di Kota Pontianak dan Sekitarnya.
"Harapan kita ke pemerintah tolonglah kita juga diperhatikan, mungkin ada yang bisa diberikan kepada kami pemadam sukarelawan ini yang berjuang dengan biaya sendiri dan berjuang tanpa pamrih bahkan kami harus meninggalkan segala aktifitas kami jika dibutuhkan. Kalau bisa ada perhatian lah. Misalnya ada kita bersyukur, tapi kalau pun tidak ada, tidak jadi masalah karena untuk Kota Madya sendiri masih ada BPJS dan masih berlangsung," pungkasnya. (*)
Ikuti Terus Berita Lainnya di Sini
Update Harga Sembako di Kalimantan Barat Hari Ini Terbaru: Cabai Naik, Bawang dan Daging Turun |
![]() |
---|
Gubernur Kalbar Ria Norsan Imbau Massa Aksi Jaga Kondusifitas dan Sampaikan Aspirasi dengan Damai |
![]() |
---|
Situasi Terkini Aksi Damai di Sekitar Bundaran Digulis Untan Pontianak |
![]() |
---|
Unjuk Rasa Sempat Berlanjut di Bundaran Digulis Jumat Malam |
![]() |
---|
Aksi Damai Berlanjut ke Bundaran Digulis |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.