Cuaca Ekstrem

Tanggapi Banjir, Walhi Kalbar: Tidak Tepat Jika Menempatkan Hujan Sebagai Penyebabnya

Namun demikian, ia juga mengatakan lebih penting dari sekedar waspada adalah memastikan kemauan politik pembuat kebijakan baik daerah, provinsi dan pe

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/PROKOPIM KAPUAS HULU
Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan saat meninjau banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Kamis 7 Desember 2023. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Divisi Kajian dan Kampanye WALHI Kalbar, Hendrikus Adam mengatakan sikap waspada terhadap bencana banjir yang berpotensi terus terjadi di Kalimantan Barat saat ini penting untuk diminimalisir.

"Tentu saja, tidak tepat kalau menempatkan hujan sebagai penyebabnya," katanya kepada tribunpontianak.co.id Jumat, 8 Desember 2023.

Lebih lanjut dikatakannya, penyebab dari akumulasi krisis sosial ekologis yang diperparah dengan praktik ekstraksi sumberdaya alam dan lingkungan, melalui curah hujan selama ini menjadi faktor penting semakin massifnya krisis lingkungan sebagaimana bencana ekologis banjir yang kembali marak terjadi diberbagai wilayah Kalimantan Barat.

Namun demikian, ia juga mengatakan lebih penting dari sekedar waspada adalah memastikan kemauan politik pembuat kebijakan baik daerah, provinsi dan pemerintah pusat untuk secara konsisten melakukan langkah mitigasi bencana ekologis banjir.

Prediksi BMKG Kalbar Hujan Masih Berpotensi Dalam Sepekan, Waspada Genangan

"Melalui kebijakan pengertian konversi wilayah tangkapan air, melakukan pemulihan terus menerus atas lahan kritis dan melakukan evaluasi juga penegakan hukum atas praktik ekstraksi hutan/lahan yang menyebabkan bentang alam jadi terbuka hingga kehilangan fungsi idealnya menjadi sangat mendesak dilakukan," jelasnya.

Tak hanya itu, ia juga menegaskan tentang langkah keberanian aparatur negara dapat melakukan tindakan hukum seorang pemimpin tidak dapat ditawar.

"Sayangnya menjelang pesta demokrasi saat ini, kita belum mendapat penegasan keberpihakan dari para kontestan untuk memastikan memperbaiki kondisi krisis sosial ekologis yang terjadi selama ini, terutama di Kalimantan Barat. Padahal, mandat untuk lingkungan hidup yang baik dan sehat adalah perintah konstitusi," ujarnya.

Kembali ke masa lampau, ia mengingatkan kembali tentang bencana banjir terdahsyat di Sintang dan kawasan perhuluan Kabar beberapa tahun lalu yang hanya direspon dengan pembuatan geobag yang sebetulnya tidak tepat untuk atasi banjir dan pembuatan persemaian dalam perjalanannya tidak dibarengi konsistensi dalam memulihkan lahan kritis yang ada.

"Kepada para kontestan pemilu, kita berharap agar keselamatan rakyat dan lingkungan hidup tidak hanya dijadikan jargon politik semata. Tapi mesti diletakkan sebagai amanah yang harus diselesaikan dan dituntaskan," pungkasnya. (*)

Ikuti Terus Berita Lainnya di Sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved