Sekda Kartiyus Harap Isu Air Bersih Masuk dalam RPJP Sintang
Dia berharap, isu air bersih ini dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) tahun 2024.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sintang, Kartiyus mengungkapkan, beberapa desa di Sintang mulai kesulitan untuk mendapatkan air bersih.
Dia berharap, isu air bersih ini dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) tahun 2024.
Hal itu disampaikan Kartiyus saat menghadiri acara dialog dan diskusi public (conduct hearing) kegiatan sanitasi, air bersih dan penyehatan lingkungan serta kebijakan anggaran (WASH) bersama pemerintah – Pokja PKP di balai Praja komplek kantor Bupati Sintang, Senin 20 November 2023.
“Isu air harus dimasukkan dalam RPJP Sintang tahun 2045. Beberapa desa di Sintang sudah mulai mengalami kesulitan akses air. Hal ini perlu menjadi perhatian semua pihak. Diingatkan kembali masih banyak tugas untuk mewujudkan visi misi pemimpin daerah dan tujuan SDGs yang ke 6,” kata Kartiyus.
• Akses Jalan Masuk Bandara Tebelian Sintang Akan Dibangun Pakai Dana APBN
Manager Wahana Visi Indonesia AP Sintang, Margareta Siregar menyampaikan bahwa Isu terkait air dan sanitasi merupakan hak dasar yang harus dipenuhi.
Pada kesempatan ini dilakukan pemaparan program upaya penyediaan air bersih dan sanitasi di desanya oleh 3 kepala desa, dari 10 desa yang ikut dalam diskusi ini.
“Hal ini juga merupakan isu prioritas di tingkat nasional. Akan ada sharing dari 3 desa yang melakukan praktik baik terkait upaya pemenuhan kebutuhan air dan sanitasi bagi warganya. Harapannya melalui diskusi ini bisa diperoleh pembelajaran baru bersama. Sehingga mendapat inspirasi bisa untuk dipraktikkan di daerah masing-masing,” ujar Margareta.
Selain sejumlah desa perwakilan dari beberapa kecamatan yang ada itu hadir dan memberikan tanggapan pada sesi pula sejumlah pejabat teknis yang mengurus kelompok Kerja (Pokja) yang berkaitan dengan perumahan dan kawasan pemukiman (PKP).
“Kami menemukan bahwa ada beberapa wilayah di Sintang juga belum terbiasa mengolah air minum. Selain itu, tantangan kedepan, terkait akses air yaitu keberadaan air bersih akan semakin sulit salah satunya karna adanya climated changes, “ ungkap Margareta.
• Pengurus DPD MABM Sintang Dikukuhkan, Abdurrani: Fokus Upaya Pelestarian Budaya
(*)
Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Sekda-Sintang-Kartiyus-saat-menghadiri-acara-dialog-dan-diskusi-public-conduct.jpg)