MotoGP
Pecco Bagnaia Melawan Mitos dan Kutukan Nomor 1 Juara Dunia MotoGP
Francesco Bagnaia kini tengah berjuang melawan mitos dan kutukan nomor 1 selalu gagal meraih gelar juara dunia MotoGP.
Tak mampu tampil kompetitif hingga akhir, Martin menyelesaikan MotoGP Qatar dengan hasil posisi ke-10 saat balapan dan jarak 21 poin dari Bagnaia.
Perubahan situasi dalam semalam bukan kali ini saja dialami Martin.
Namun, kemarahan dan kekecewaan tidak bisa disembunyikan Martinator karena kegagalannya ini disebabkan faktor luar.
Kritik keras diberikan Martin kepada Michelin selaku pemasok tunggal ban MotoGP karena ban belakang motornya tidak bekerja.
Setelah finis Martin sempat terlihat menengok ke ban belakang sebelum menggeleng-gelengkan kepalanya.
Masalah konsistensi mutu ban bukan kali ini saja terjadi. Bahkan sehari sebelumnya Bagnaia mengeluhkan hal yang sama setelah cuma finis kelima di sprint.
Bagi Martin, kesalahan ini tidak bisa diterima karena terjadi di momen yang bisa menentukan sosok juara dunia.
"Semuanya baik-baik saja dengan motor. Tapi jika bannya tidak berfungsi, motor terbaik pun tidak ada gunanya," kata Martin dikutip dari Speedweek.
"Feeling saya sama dengan hari Jumat yang licin saat aspalnya masih kotor, tapi hari ini (Minggu) lintasannya bersih."
"Sulit untuk menerima hasil ini karena kemarin saya mampu melaju dengan kecepatan 1:53, dan pada Minggu saya malah lebih lambat 1,2 detik dari kecepatan pemimpin lomba."
"Padahal saya pikir saya biasanya lebih cepat dari itu."
"Ini sulit dipahami dan sekarang kami harus menganalisanya dengan hati-hati serta mengajukan beberapa pertanyaan kepada pemasok ban (Michelin)," tegasnya.
Martin tak menyangkal bahwa sepanjang balapan utama, ia frustrasi setelah menyadari posisinya terus melorot dengan mudah disalip pembalap lain.
Saking pasrahnya, Martin sampai tertawa saat melihat pembalap lain mendahuluinya karena yakin bahwa kemenangan bisa diraih andai kondisinya normal.
"Balapannya adalah rollercoaster emosional yang berlangsung selama 40 menit. Saya tentu saja frustrasi karena saya sudah yakin bahwa saya pantas mendapatkan gelar juara dunia ini."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Berubah-Jadwal-MotoGP-Malaysia-2023-Terbaru-di-Jam-Tayang-Trans7-Live-10-12-November-2023.jpg)