Selalu Nyambung Dengan Sinyal IM3 Terbukti Paten di Pelosok
Harapannya adalah pelanggan punya pengalaman digital terbaik dengan Indosat
Penulis: Nina Soraya | Editor: Nina Soraya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Bertugas di Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Padang Tikar, Desa Padang Tikar Satu, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat tak lagi membuat Nita Karina was-was.
Baginya, bertugas dimanapun selama jaringan internet 4G tersedia dan lancar, maka aktivitas chatting,posting, browsing, streaming hingga berkirim email tetap bisa dilakukan.
"Beberapa tahun lalu, sekitar awal 2018-2019 sinyalnya masih semberawut. Masih hilang datang. Nah dari tahun 2020 sampai sekarang sudah lebih baik. Bahkan Indosat sudah 4G LTE kalau berada di kawasan pasar di Desa Padang Tikar," tuturnya.
Nita tercatat sebagai warga Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Namun karena tugas, ia pun kerap tinggal di Desa Padang Tikar ini.
Dari Pontianak ibu kota Kalimantan Barat untuk menuju Padang Tikar pun harus dengan jalur transportasi sungai.
Belum ada akses darat. Dengan menggunakan motor air atau kapal klotok jarak tempuhnya berkisar lima jam. Kalau mau lebih cepat lagi dengan speed boat hanya butuh waktu tempuh dua jam.
"Meski demikian saya bersyukur karena telekomunikasi khusus operator seluler Indosat sudah lancar sekali sinyalnya di sini.
Saya pakai IM3 sejak lama. Sinyal internet penting sekali sudah jadi kebutuhan vital.
Bukan hanya untuk akses komunikasi dengan keluarga yang berjauhan tapi untuk bekerja setiap harinya. Karena kantor pusat kami kan di Pontianak, setiap hari harus ada laporan yang kita kirimkan," ujar perempuan berkerudung ini.
Baca juga: Pakai Strategi Go to Market, Kinerja Indosat Kembali Melesat
Bergeser ke wilayah paling Utara di Kalimantan Barat yaitu Pantai Temajuk di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia.
Orang pun senang menyebutnya Pantai di Ekor Borneo karena letaknya di ujung peta Borneo. Sinyal atau jaringan IM3 pun stabil di sana. Hal ini diungkapkan oleh Wahyu seorang warga Kabupaten Sambas.
Alumni Universitas Tanjungpura Pontianak ini menuturkan untuk memikat daya tarik pengunjung ke satu destinasi wisata maka infrastruktur komunikasi seperti jaringan internet sangat vital.
“Selama ini, siapa pun pergi ke objek wisata pasti maunya langsung posting di Medsos ataupun melakukan live streaming di lokasi. Alhamdulillah jaringan internet khususnya IM3 sudah stabil di sini,” kata Wahyu.
Meski jarak tempuh dari ibu kota Kalbar, Kota Pontianak sekitar 8 jam perjalanan darat tapi tiba di sana, pengunjung akan dimanjakan dengan pesona alamnya yang indah.
Tidak hanya itu, dalam waktu tertentu lanjut Wahyu, pengunjung bisa menikmati panen ubur-ubur. Tak main-main, ubur-ubur di sini bahkan di ekspor ke Korea Selatan.
UPDATE Daftar 26 Nama Kepala Dinas Kabupaten Kapuas Hulu Terbaru 2025 |
![]() |
---|
Aksi Ketiga Mahasiswa di DPRD Kalbar Kembali Ricuh |
![]() |
---|
Ratusan Mahasiswa Geruduk DPRD Kalbar, Jilid Tiga |
![]() |
---|
Pemprov Kalbar Luncurkan Senam, Jadi Gerakan Bersama Wujudkan Gema Emas 2045 |
![]() |
---|
Pamatwil Polda Kalbar Tinjau Lahan Jagung Demplot di Tayan Hulu Sanggau |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.