Pengamat Ungkap Penyebab Maraknya Peredaran Narkoba di Kalbar

Ia mengungkapkan Kalbar disinyalir sebagai daerah transit untuk masuknya narkoba ke berbagai daerah lainnya di Indonesia.

Penulis: Muhammad Firdaus | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ferlianus Tedi Yahya
Pengamat Hukum dan Kebijakan Publik, Herman Hofi Munawar saat ditemui di kantor Tribun Pontianak, Selasa 26 September 2023. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat Hukum, Dr Herman Hofi Munawar menyebut peredaran narkoba di Kalimantan Barat masih sangat marak.

Ia mengungkapkan Kalbar disinyalir sebagai daerah transit untuk masuknya narkoba ke berbagai daerah lainnya di Indonesia.

"Hal ini dapat dipahami karena letak geografis Kalbar relatif strategis berbatasan langsung dengan negara tetangga yang memiliki pintu masuk yang disebut jalan tikus sangat banyak," ujarnya kepada Tribun Pontianak, Rabu 1 November 2023.

Lanjutnya, dengan berbagai keterbatasan yang dimiliki aparat keamanan kita, khususnya di Kalbar, sangat sulit untuk melakukan pengawasan terhadap keluar masuknya narkoba di Kalbar.

Rata-rata, kata dia, narkoba yang sudah masuk dan kemudian tertangkap di wilayah Kalbar bukanlah pada pintu masuk yang sejatinya.

"Hal ini mengandung makna penomena gunung es, kecil di permukaan tapi jauh lebih besar yang tidak terlihat, yang tertangkap hanyalah bagian puncak yang kecil," tuturnya.

Kalbar Populer Hari Ini: Kasus Narkoba di Ketapang Terbanyak No 2, Pemkab Sambas Sambut Kajari Baru

Oleh karenanya, ia berharap kerjasama Sosek Malindo (Sosial Ekonomi Malaysia Indonesia) dapat diperkuat sebagai rangkaian pencegahan peredaran narkoba di Kalbar.

Selama ini, menurutnya, Kalbar terkesan sebagai terminal masuknya narkoba dari Malaysia (Kuching).

"Di negara mereka tenang-tenang saja malah barang haram itu terus masuk ke Kalbar," imbuhnya.

"Oleh sebab itu melalui Sosek Malindo harusnya dipertegas agar tidak menjadikan Kalbar sebagai daerah pembuangan limbah barang haram itu," tegasnya.

Selain Sosek Malindo, ada juga kerjasama General Border Committee (GBC) yang merupakan wadah kerjasama bilateral antara Indonesia Malaysia.

"Walaupun hal ini terkait pertahanan dan keamanan perbatasan, bisa juga lebih diperketat terkait peredaran narkoba," harapnya.

Lebih lanjut, ia juga berharap aparat penegak hukum di setiap kecamatan di 14 kabupaten kota di Kalbar harus diperkuat dan ditingkatkan kinerjanya.

"Saya melihat selama ini di beberapa kecamatan perhuluan kurang ketat sehingga narkoba marak masuk di pedesaan," ungkapnya.

Terkait dengan penegakan hukum terhadap kasus-kasus narkoba di Kalbar, ia menilai masih standar-standar saja.

Bahkan menurutnya, pemerintah daerah di Kalbar pun belum melihat persoalan narkoba sebagai persoalan yang serius atau ekstraordinary.

"Hal ini dapat terlihat program pemda terkait  pemberantasan narkoba sangat lemah, dalam APBD hampir tidak terlihat  anggaran untuk upaya pencegahan  dan upaya rehabilitasi," tandasnya.

(*)

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved