Pemeran Eyang dan Baskara di Film Air Mata di Ujung Sajadah Sapa Penonton Pontianak

Kepada para penggemar, Jenny Rachman menceritakan apa yang menjadi tantangan ketika memerankan tokoh eyang di Film Air Mata di Ujung Sajadah.

|
Penulis: Anggita Putri | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Anggita Putri
Jenny Rachman dan Axel peluk penonton yang menangis usai menonton film Air Mata di Ujung Sajadah, usai nonton bareng (Nobar) bersama Bank Kalbar di Biosop XXI Ayani Megamall, Jumat 15 September 2023 malam. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemeran Eyang (Jenny Rachman) dan Baskara besar (Axel Mariani) di Film Air Mata di Ujung Sajadah menyapa langsung penonton nonton bareng (Nobar) bersama Bank Kalbar di Biosop XXI Ayani Mega Mall, Kota Pontianak, Jumat 15 September 2023 malam.

Kepada para penggemar, Jenny Rachman menceritakan apa yang menjadi tantangan ketika memerankan tokoh eyang di Film Air Mata di Ujung Sajadah.

“Tantangannya tentu ada, saya sendiri sudah 11 tahun gak main film, tiba-tiba ketemu producer yang akhirnya membuat saya jatuh cinta dengan film ini. Hingga membawa saya kembali lagi ke dunia perfilman yang sudah membesarkan saya,” ujar Jenny. 

Ia mengatakan adapun yang menjadi tantangan dalam memainkan peran eyang ini.

Pertama, eyang dalam film ini adalah yang bersifat protect karena tidak mau kehilangan cucunya.

“Setiap eyang pasti mendambakan kehadiran sang cucu, begitu ada kehadiran cucu bagaimana kita mulai jatuh cinta,  terus tiba-tiba ada ibu kandung mau datang dan mengambil cucunya. Jadi eyang sedikit khawatir karena sudah cinta, begitu juga anak mantu tidak mau kehilangan Bas,” ujarnya.

Nobar Film Air Mata di Ujung Sajadah, XXI Mega Mall Pontianak Dibanjiri Tangisan

Singkat cerita, tapi bagaimana di dalam ini semuanya berdoa yang pada akhirnya Tuhan lah yang memberikan solusi karena keikhlasan masing-masing.

“Endingnya anak itu punya rasa tanggung jawab kepada ibu kandungnya ketika besar dia pun mencari ibunya kembali dan bertemu,” ucapnya.

Ia mengatakan film ini mempunyai pesan moral yang baik, dan mengggungah penonton bahwa untuk menyadarkan semuanya bahwa kita punya ibu, dan seorang ibu tidak mau kehilangan anak. Apalagi yang sudah menjadi ibu, yang memang sering menjatuhkan air mata kita di ujung sajadah.

“Saya kagum dengan penonton di Kalbar, dan saya lihat sendiri penonton yang ada sangat spontanitas. Saya yakin film Indonesia terutama melalui Air Mata di Ujung Sajadah ini. Mudah-Mudahan film ini diterima dengan baik dan diambil manfaatnya, tanpa kita sadari memotivasi kita yang menjadi ibu tidak mau kehilangan anak, dan lainnya,” ujarnya. 

Skandal Film Dewasa Pemain Muda Sang Raja Liga Champions, Berakhir Dipenjara?

Film ini juga dikatakatannya memberikan edukasi ke anak supaya betul-betul mencintai dan berbakti kepada ibunya.

“Saya pernah ketemu anak yang nonton film ini dan dia menangis sesegukan, dan bilang dia ingin mencintai ibunya sampai kapan pun,”pungkasnya.

Ditempat yang sama, pemeran Baskara ketika sudah besar yakni Axel Mariani menyampaikan sangat senang bisa bertemu penonton di Pontianak.

“Ini orangnya pada asik semua dan respect pada pemainnya. Salut banget sama orang Pontianak,” ucapnya.

Walau hanya main di scene terakhir, Axel mengaku sangat berkesan karena bisa bermain peran dengan pemain- pemain senior.

“Jadi film ini bukan hanya untuk emak-emak saja , karena anak kecil juga ada yang nangis nonton ini. Apalagi remaja pasti merasa sedih, karena gak kebayang anak yang dipisahin sama ibunya, mau ibu sambung dan ibu kandung. Kalau sudah ada cinta siapapun tidak ada yang ingin di pisahkan,” pungkasnya.

(*)

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kota Pontianak Hari Ini Di sini 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved