Karhutla di Kalbar
Warga Desa Sungai Pelang Terpaksa Mengungsi, BPBD Kalbar: Asap Tebal dan Api Sudah Dekat Pemukiman
"Jadi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan warga dievakuasi oleh BPBD Ketapang, TNI dan Polri," jelasnya.
Penulis: Muhammad Firdaus | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID. PONTIANAK - Sejumlah warga Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat terpaksa mengungsi imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Kalimantan Barat, Daniel menjelaskan para warga tersebut terpaksa mengungsi dikarenakan pemukiman mereka diselimuti asap tebal api karhutla.
Selain itu, api karhutla juga sudah mendekati pemukiman penduduk.
"Penyebab masyarakat mengungsi karena rumah tempat tinggal mereka diselimuti oleh asap tebal dan api sudah dekat dengan pemukiman," ujar Daniel saat dikonfirmasi, Rabu 6 September 2023.
"Jadi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan warga dievakuasi oleh BPBD Ketapang, TNI dan Polri," jelasnya.
• Ada 43 Anak-anak, 2 Balita dan 11 Lansia di Desa Sungai Pelang Ketapang yang Ngungsi Akibat Karhutla
Namun demikian, Daniel memastikan Tim Gabungan yang terdiri BPBD Ketapang, TNI, Polri dan Manggala Agni telah memblokir jalan api agar tidak menjalar ke pemukiman penduduk.
"Tim gabungan sudah memblokir api agar tidak menjalar ke rumah penduduk," tegasnya.
Hingga saat ini, lanjutnya, pihaknya masih terus memantau perkembangan kondisi karhutla di Desa Pelang.
Berdasarkan data yang telah terhimpun hingga Selasa 5 September 2023 tadi malam, sebanyak 28 warga Desa Sungai Pelang terpaksa mengungsi di Parit Berdiri.
"Sampai siang ini BPBD Kalbar belum mendapat laporan bertambah atau berkurangnya warga Desa Pelang yang mengungsi akibat bencana asap, kami sudah berkoordinasi tetapi belum direspon," pungkasnya. (*)
Ikuti Terus Berita Lainnya di Sini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Ilustrasi-Karhutla-110-warga-Desa-Sungai-Pelang.jpg)