Mengais Kemanusiaan: Romo Paschal Buka Tabir Kejahatan Perdagangan Manusia
Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus atau yang sering dikenal dengan Romo Paschal, seorang Imam yang baru-baru ini dikenal dengan perjuangannya.
Eksploitasi anak dan dewasa, pengantin pesanan dan lain lain seolah sudah menjadi hal yang biasa.
Bagi sebagian orang, agen penyalur TKI yang memiliki legalitas dianggap memiliki proses yang lebih rumit dari segi teknis maupun administrasinya.
Hal inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh para mafia perdagangan orang untuk membuka pintu dengan menawarkan kemudahan.
“Fenomena ini juga didukung dengan target sasaran korban yang rentan secara ekonomi sehingga mudah untuk ditipu,” tambah Romo Paschal.
• Misi Kemanusiaan dan Spiritualitas Fransiskan: Mengatasi Perbudakan Manusia Human Trafficking
Saksi mata tindakan kekejaman manusia
Ditengah materi Romo Paschal, ada juga dua kesaksian sahabat inspiratif dalam memperjuangkan hak kemanusiaan.
Pertama, Suster Laurentina SDP alias Suster Kargo, menjadi panggilan unik yang diberikan kepadanya karena kiprah dalam membantu pemulangan imigran dari dalam dan luar negeri yang menjadi korban dari perdagangan manusia di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pengalamannya bersama rekan-rekannya menjemput jenazah korban di bagian kargo Bandara El Tari Kupang, dan mengurus administrasi bandara untuk membantu menghubungkan korban dan keluarga.
Kesaksian itu adalah bentuk nyata perjuangan pengikut Kristus dalam membela dan membina para korban perdagangan manusia.
Memang hal itu tidak selalu berjalan mulus, banyak tantangan dihadapi seperti identitas yang tidak jelas, dokumen administrasi tidak lengkap bahkan ilegal, dan masih banyak lagi.
"Saya pernah menerima korban hidup tanpa identitas yang sudah kurang lebih 14 tahun tidak bertemu dengan keluarganya, namun ketika ditanya asal dan alamatnya dia hanya menjawab di belakang rumahnya ada pohon asam,” kata Suster Laurentina SDP.
• Pastor Pionius Hendi OFMCap: Berbagi Kisah Kesederhanaan & Perjuangan dalam Temu INFO JPIC Pontianak
Dia menambahkan bahwa potensi Human Trafficking terjadi di mana-mana terutama daerah yang secara ekonomi terbilang kurang mampu.
Akibatnya saat diberikan sedikit iming-iming oleh para mafia tersebut disanalah perdagangan orang terjadi. Mereka yang tidak tahu apa-apa tentang itu tergiur dengan kesempatan bekerja di luar negeri.
Kedua, Suster Kristina Fransiska CP, seorang Suster asli Kalimantan memulai perjuangannya untuk membela korban-korban human trafficking sejak bertugas di Keuskupan Malang.
Dia turut andil dalam program sosialisasi ke sekolah-sekolah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Mengais-Kemanusiaan-Romo-Paschal-Buka-Tabir-Kejahatan-Perdagangan-Manusia.jpg)