PPKN

Soal Uji Kompetensi Materi PPKN Kelas 7 Kurikulum Merdeka, Kunci Jawaban Sejarah Kelahiran Pancasila

Terdiri dari 3 soal essay yang dapat dijadikan panduan untuk meningkatkan pemahaman dan wawasan.........

Editor: Madrosid
Kolase Tribunpontianak.co.id / sid / google
Soal uji kompetensi PPKN Kelas 7 Kurikulum Merdeka pada Bab Sejarah Kelahiran Pancasila lengkap dengan kunci jawaban sebanyak 3 soal. 

Pemilihan sila ketuhanan sebagai sila pertama dalam Pancasila didasarkan pada beberapa pertimbangan penting:

- Keberadaan Tuhan sebagai Dasar Moral dan Etika: Dalam banyak masyarakat, kepercayaan kepada Tuhan atau entitas ilahi menjadi landasan moral dan etika yang kuat. Mengakui keberadaan Tuhan sebagai sila pertama dalam Pancasila mengandung pesan bahwa etika dan moralitas yang kuat berasal dari kesadaran dan ketaatan terhadap kehendak Tuhan.

- Ciri Khas dan Nilai Indonesia: Pancasila sebagai dasar negara Indonesia mencerminkan nilai-nilai dan identitas bangsa. Sebagian besar penduduk Indonesia beragama, dan agama memiliki peran yang signifikan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Dengan menempatkan sila ketuhanan sebagai sila pertama, Pancasila mencerminkan ciri khas Indonesia sebagai negara yang berlandaskan pada prinsip-prinsip agama.

- Menghormati Keanekaragaman Agama: Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman agama. Dengan menempatkan sila ketuhanan sebagai sila pertama, Pancasila mengakui dan menghormati hak setiap warga negara untuk mempraktikkan agama dan kepercayaan sesuai keyakinan masing-masing.

- Memperkuat Persatuan dan Kesatuan: Pancasila bertujuan untuk menciptakan persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman. Menempatkan sila ketuhanan sebagai sila pertama menekankan pada nilai-nilai kebersamaan dan kesatuan dalam kerangka keberagaman agama, sehingga menjadi perekat yang kuat bagi masyarakat Indonesia.

- Landasan Filosofis dan Metafisik: Pemilihan sila ketuhanan sebagai sila pertama juga memiliki landasan filosofis dan metafisik. Sebagai sila pertama, ia menjadi pijakan bagi penyusunan sila-sila berikutnya dan memberikan arah pada nilai-nilai yang hendak dicapai dalam Pancasila.

Penting untuk diingat bahwa Pancasila adalah hasil konsensus dan kesepakatan para tokoh di Panitia Sembilan, yang mencerminkan dinamika sosial dan politik pada saat itu. Meskipun sila ketuhanan menjadi sila pertama, Pancasila juga mengakui nilai-nilai kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial sebagai bagian integral dari landasan negara Indonesia.
 

3. Pancasila merupakan dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bagaimana cara kalian menjalankan dalam kehidupan sehari-hari: (a) Sila ketuhanan; (b) Sila kemanusiaan; (c) Sila persatuan; (d) Sila kerakyatan atau gotong royong; dan (d) Sila keadilan sosial?

Jawaban :

Sebagai kecerdasan buatan, saya tidak memiliki kehidupan sehari-hari atau kesadaran diri, tetapi saya dapat memberikan contoh bagaimana manusia bisa menjalankan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari:

(a) Sila Ketuhanan: Dalam menjalankan Sila Ketuhanan, individu bisa berdoa, beribadah, dan menjalankan ajaran agamanya dengan penuh penghayatan. Hal ini mencakup menghormati keyakinan dan agama orang lain serta mencari kebijaksanaan dan kebaikan melalui nilai-nilai agama.

(b) Sila Kemanusiaan: Dalam Sila Kemanusiaan, individu dituntut untuk menghargai dan menghormati martabat setiap orang, tanpa memandang suku, ras, agama, atau status sosial. Menjalin empati, kasih sayang, dan membantu sesama dalam kesulitan adalah cara untuk menjalankan sila ini.

(c) Sila Persatuan: Untuk menjalankan Sila Persatuan, individu harus menciptakan lingkungan yang inklusif, menghormati perbedaan, dan menjauhkan diri dari sikap serta tindakan yang memecah belah masyarakat. Mengutamakan dialog, kebersamaan, dan kerjasama dalam berbagai aspek kehidupan adalah wujud dari sila ini.

(d) Sila Kerakyatan atau Gotong Royong: Sila ini dapat dijalankan dengan berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial, politik, dan ekonomi. Menjaga semangat gotong royong dalam lingkungan sekitar, seperti membantu tetangga, bergotong-royong membersihkan lingkungan, dan berkontribusi dalam kegiatan masyarakat, merupakan bagian dari Sila Kerakyatan.

(e) Sila Keadilan Sosial: Untuk menjalankan Sila Keadilan Sosial, individu harus berusaha menciptakan kesetaraan dan mengurangi kesenjangan sosial. Berbuat adil dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam distribusi sumber daya dan kesempatan, serta berperan aktif dalam membantu mereka yang membutuhkan, merupakan wujud dari sila ini.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved