Begini Cara Sentarum Laboratory Uji Kualitas Kratom Kalbar

"Setelah itu baru kita baca menggunakan alat HPLC (High Performance Liquid Chromatography), jadi diperiksa berdasarkan perbedaan retensi dari senyawa

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MUHAMMAD FIRDAUS
Analisis Kimia Sentarum Laboratory, Muhajir Kalbar SSi saat diwawancarai Tribun Pontianak di ruang kerjanya, Rabu 26 Juli 2023. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Analis Kimia Sentarum Laboratory Perusda Aneka Usaha Kalimantan Barat, Muhajir Kalbar SSi menjelaskan bagaimana pihaknya melakukan proses pengujian terhadap kualitas bubuk kratom.

Bubuk kratom yang sudah ditimbang kemudian dimurnikan dengan solvent, guna melarutkan dan memisahkan kadar mitragynine dari bubuk kratom tersebut untuk kemudian dikorteks.

Setelah dikorteks larutan dan padatannya dipisahkan menggunakan centrifuge selama 5 menit dengan kecepatan 4.500 RPM.

"Setelah terpisah lalu kita encerkan menggunakan metanol, kemudian kita saring, supaya kita betul-betul dapat ekstrak mitragynine yang murni," ucapnya saat diwawancarai, Rabu 26 Juli 2023.

"Setelah itu baru kita baca menggunakan alat HPLC (High Performance Liquid Chromatography), jadi diperiksa berdasarkan perbedaan retensi dari senyawa mitragynine, kita bandingkan dengan standar yang kita punya," jelasnya.

Balitbang Kalbar: Tidak Mungkin Kratom Masuk Narkotika Golongan 1, 2 atau 3

"Hasilnya nanti, hasil baca pada HPLC itu kan dalam bentuk mg/l, jadi nanti kita konversikan ke dalam persen g/g, karena sampelnya tadi kan dalam bentuk padatan," sambungnya.

Umumnya, kata Muhajir, ada dua jenis kratom yakni kratom green (hijau) dan kratom red (merah).

Dari hasil uji yang sejauh ini telah dilakukan, jenis kratom green cenderung memiliki kadar mitragynine lebih tinggi, yakni 1,2 - 1,8 persen.

"Untuk sampel green biasanya kita dapat itu 1,2 ke atas, umumnya kita kategorikan baik itu sekitar 1,2 - 1,8 persen, berada di rate itu," jelasnya.

"Yang paling sering kita dapat 1,5 persen, 1,5 itu sudah kategori yang bagus," sambungnya.

Sedangkan untuk jenis kratom red cenderung memiliki kadar mitragynine yang lebih rendah, yakni 1,0 - 1,4 persen.

"Kalau yang red biasa kita dapat dari 1,0 - 1,4 yang sering kita peroleh," tuturnya.

Setiap sampel yang diuji hanya mewakili banyaknya jumlah kratom yang dimiliki oleh pengusaha atau petani dalam satu kali jual atau ekspor saja.

"Kalau sesuai statistik itu 20 persen dari populasi, seharusnya, artinya kalau 1 kg kita perlu 20 persennya," tuturnya.

"Yang penting itu keseragaman dari sampel itu sendiri, misalnya di penggilingan, yang hari ini digiling berasal dari tempat yang sama, maka kita bisa ambil sampel di situ," terangnya.

"Kalau kemudian datang lagi dari waktu yang berbeda, tempat yang berbeda, tentu tidak bisa disamakan," tegasnya.

Biaya uji kadar mitragynine kratom di Sentarum Laboratory adalah sekitar Rp 1,5 juta untuk setiap sampelnya.

Setelah dilakukan pengujian, nantinya akan dikeluarkan sertifikat hasil uji yang menyatakan atau mencantumkan kadar mitragynine dari kratom yang hendak dijual atau diekspor.

"Sertifikat itu hanya mewakili sampel itu, kalau nanti mau kirim (jual) ya seharusnya uji lagi," tegasnya.

Lebih lanjut, Muhajir menyebut, setidaknya ada 3 poin penting mengapa harus menguji kadar mitragynine sebelum kratom dijual atau diekspor.

"Kenapa si harus diuji? Yang pertama terkait dengan kadarnya, kalau orang ngirim itu kan, harganya setahu saya ditentukan berdasarkan kadar mitragynine nya berapa, jadi kalau kita punya hasil uji kita punya dasar untuk menawar harga," jelasnya.

"Kemudian lagi, kita juga bisa tahu apakah produk ini betul-betul daun kratom? kalau kita menerima dalam keadaan sudah digiling itu kan bisa tercampur dengan daun apa saja, jadi kalau uji kualitas, oh ini benar loh daun kratom dengan kadar sekian," lanjutnya.

"Selain itu juga untuk uji lain, seperti logam berat, bakteri, itu terkait dengan keamanan produk itu untuk dikonsumsi," tandasnya. (*)

Ikuti Terus Berita Lainnya di Sini

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved