Karhutla Kalbar
El Nino, BPBD Kalbar Antisipasi Karhutla dan Monitoring Titik Api
BPBD Provinsi Kalbar telah melaksanakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) pada 24 Mei hingga 7 Juni 2023 lalu..
Penulis: Ferlianus Tedi Yahya | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Fenomena El Nino kategori lemah sudah terjadi sejak bulan Juni 2023 dan akan terus berlangsung hingga akhir tahun 2023.
Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Daniel mengungkapkan saat ini pihaknya sudah melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi potensi terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
"Langkah-langkah antisipasi sudah dilakukan Pemerintah Provinsi Kalbar, dan juga sudah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Karhutla," katanya saat di konfirmasi pada Kamis, 13 Juli 2023.
• BMKG: Fenomena El Nino Mulai Terjadi, Waspada Karhutla dan Berkurangnya Curah Hujan di Kalbar
Ia juga menjelaskan adapun Pemerintah Provinsi Kalbar melalui BPBD Provinsi Kalbar telah melaksanakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) pada 24 Mei hingga 7 Juni 2023 lalu.
"BPBD Provinsi, Kabupaten dan Kota telah melaksanakan patroli darat dan udara untuk memonitor titik api dan melakukan operasi pemadam," jelasnya.
Tak hanya itu, Daniel juga mengaku telah berkoordinasi dengan instansi terkait.
"BPBD Provinsi Kalbar juga sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi puncak kemarau pada bulan Agustus 2023," tutupnya.
• Gubernur Kalbar Sampaikan 6 Arahan Presiden Jokowi soal Penanggulangan Karhutla
Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Petugas-pemadam-api-areal-karhutla-berjibaku-di-Mentibar-Kecamatan.jpg)