MotoGP

Respon Bos Ducati Tanggapi Konsesi MotoGP untuk Honda dan Yamaha

Penampilan buruk yang dialami Honda dan Yamaha membuat Dorna turun tangan. Dorna berencana memberikan Konsesi MotoGP untuk memperbaiki penampilan mer

Tayang:
motogp.com
Pebalap MotoGP Yamaha Fabio Quartararo. Dorna berencana memberikan Konsesi MotoGP untuk memperbaiki penampilan Yamaha dan Honda. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Penampilan buruk yang dialami Honda dan Yamaha membuat Dorna turun tangan.

Dorna berencana memberikan Konsesi MotoGP untuk memperbaiki penampilan mereka.

Sejumlah pabrikan pernah mendapatkan Hak Konsesi MotoGP.

Satu diantaranya Ducati yang kini semakin bersinar dengan 8 pebalap di lintasan.

Ducati kini berada di puncak MotoGP dan menjadi kekuatan yang hampir tak terbendung.

Motor-motor racikan Borgo Panigale telah mengumpulkan 13 kemenangan dari 16 balapan, dengan hanya Brad Binder (KTM) dan Alex Rins (Honda) yang mencuri kemenangan dari mereka.

[Cek berita dan artikel MotoGP klik di sini]

Daftar Pebalap MotoGP Paling Banyak Jatuh Lengkap Statistik Kecelakaan MotoGP 2023

Sporting Director MotoGP, Carlos Ezpelata, telah mengakui bahwa Honda dan Yamaha, dua pabrikan yang paling kesulitan pada tahun 2023, berpotensi menerima konsesi.

Meski tidak keberatan dengan rencana tersebut, General Manager Ducati Corse Gigi Dall'Igna mengatakan itu harus dilakukan dengan adil dan tidak membuat pabrikan yang sedang unggul menderita.

"Saya setuju bahwa kejuaraan harus seimbang dan kompromi harus ditemukan untuk memastikan bahwa setiap orang dapat berjuang untuk posisi teratas," katanya disadur dari crash.net, Selasa 4 Juli 2023.

Ia menyebut yang terbaik harus selalu menang.

Hal ini adalah olahraga dan olahraga bekerja seperti ini.

Membantu tim dalam kesulitan itu benar menurutnya, tetapi melakukannya dengan adil.

“Saya tidak berpikir itu masalah kejuaraan. Sejujurnya, kami memiliki kejuaraan yang luar biasa dan spektakuler dengan balapan yang hebat. Saya bangga bekerja di kompetisi seperti ini,” ujarnya.

Ia menceritakan sangat sulit untuk sampai ke sini, dengan pengorbanan bertahun-tahun oleh semua orang di dalam pabrik dan ini perlu diakui.

Semua ini tidak bisa hilang di tahun-tahun mendatang, karena kemungkinan konsesi yang terlalu menguntungkan pihak lain.

Honda belum pernah memenangkan kejuaraan dunia MotoGP sejak 2019 ketika Marc Marquez memenangkan gelar kelas utama keenamnya.

Sementara pebalap Spanyol itu hanya menang tiga kali sejak itu karena cedera dan performa motor yang buruk menjadi alasan utama mengapa.

Sementara bagi Yamaha, Fabio Quartararo belum pernah menang selama lebih dari setahun.

Tampaknya ditakdirkan untuk menjalani musim kedua berturut-turut tanpa memenangkan kejuaraan.

Konsesi MotoGP adalah sejumlah aturan yang memberikan keuntungan kepada tim pabrikan.

Keuntungan yang diberikan lebih kepada keuntungan teknis yang dapat membantu pabrikan meningkatkan performanya.

Aturan teknis dalam Konsesi MotoGP sangat berbeda jauh dari aturan teknisi normal.

Daftar Pebalap MotoGP 2023 yang Alami Cedera! Siapa Paling Parah?

Konsesi yang tersedia sangat banyak. Diantaranya 4 liter bahan bakar ekstra, 7 kali penggantian mesin tambahan.

Alokasi ban belakang yang lebih lembut, tidak ada pembekuan pengembangan mesin dan pengujian ekstra.

Ducati, Suzuki, KTM, dan akhirnya Aprilia pernah melewati konsesi MotoGP.

Hal ini memberi berbagai keuntungan teknis yang membantu masing-masing pabrikan meningkatkan hasilnya.

(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved