Ragam Contoh

Inilah Fase Penting Bagi Anak, Agar Mau Bersikap Berbagi Pada Orang Lain

Mengajarkan anak untuk berbagi memang penting, terlebih dengan teman-teman sebayanya atau saudara jika ada.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/GSJ
Gerakan Sedekah Jumat (GSJ) Masjid Baitul Mushalli Desa Penibung, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, bagikan bingkisan Hari Raya Idul Fitri kepada 31 orang anak yatim/piatu di Desa Penibung. 

Kapan Fase Ini Terjadi?

Lebih lanjut, penulis buku anak dan pakar parenting ini menyampaikan kalau umumnya fase egosentris terjadi ketika anak berusia 0-6 tahun.
Untuk itu, anak bisa diajarkan konsep kepemilikan dan berbagi pada rentang waktu tersebut.

Akan tetapi, konsep berbagi biasanya sudah bisa dikenalkan ke anak ketika berusia 3 tahun.

Hanya saja, dengan catatan anak harus sudah memahami konsep kepemilikan terlebih dulu.

"Jadi sebelum usia 3 tahun, anak sudah mulai dikenalkan pada kepemilikan," tutur Asmadeyna.

"Misalnya mengenalkan konsep kepemilikan seperti tubuhku, diriku, makananku, mainanku, dan sebagainya," tambahnya.

9 Tanda Gangguan Kepribadian Narcissistic Personality, Hati-hati Dampak dan Contohnya

Jadi apabila ada anak berusia antara 0-6 tahun belum mau berbagi dengan temannya, jangan dulu menyebutnya pelit.

Barangkali, ia masih belajar tentang konsep kepemilikan, yang setiap anak tentu punya fase atau perkembangan berbeda.

Demikian tadi fase yang tidak boleh dilewati sebelum mengajarkan anak berbagi.

Setelah melewati fase tersebut dan ingin mengajarkan berbagi, kamu dapat membiasakan dari hal kecil.

Semisal saat ada anggota keluarga atau anak-anak lain berkunjung ke rumah, kamu bisa mengajak anak menyiapkan suguhan dengan mengatakan:

"Yuk, kita potong-potong puding di kulkas dan kita bagikan ke para tamu."

(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved