Hasil Riset Menunjukkan ChatGPT Masih Belum Familiar di Negara Asalnya

Di balik popularitasnya yang tengah melejit, ChatGPT ternyata tak banyak digunakan di kampung halamannya, Amerika Serikat.

Kompas.com
ChatGPT ternyata kurang diminati di negara asalnya 

Utamanya warga AS di rentang usia 18-29 tahun, menggunakan ChatGPT untuk keperluan hiburan, mempelajari sesuatu yang baru, dan memudahkan pekerjaan di kantor.

Temuan lainnya, penduduk AS dengan pendidikan dan pendapatan rumah tangga yang lebih tinggi, lebih familiar dengan ChatGPT.

Bila dirinci, partisipan dengan gelar pascasarjana (80 persen), sarjana (71 persen), perguruan tinggi (59 persen).

Sekolah menengah (41 persen), setidaknya tahu "banyak" atau "sedikit" tentang ChatGPT.

Bila dilihat dari aspek pendapatan rumah tangga, lebih dari separuh (55 persen) dari rumah tangga berpenghasilan rendah mengatakan bahwa mereka tidak tahu apa-apa tentang ChatGPT.

Sementara 40 persen rumah tangga berpenghasilan menengah tidak mengetahuinya.

Hanya 24 persen rumah tangga berpenghasilan tinggi yang tidak tahu apa-apa tentang chatbot AI milik OpenAI ini, sebagaimana dihimpun dari TechSpot pada Senin 5 Juni 2023. (*)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved