Beredar 19 Aplikasi Handphone Mengandung Virus, Waspada dan Segera Kenali

Untuk diketahui, malware atau malicious software adalah perangkat lunak berbahaya yang digunakan untuk mencuri data.

Kompas.com
Kenali jenis-jenis malware 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Beberapa aplikasi Android kembali disebut tersusupi malware berbahaya.

Menurut perusahaan software antivirus, Malwarefox, setidaknya ada 19 aplikasi yang disusupi beberapa jenis malware, seperti Harly, Joker, dan Autolycos.

Untuk diketahui, malware atau malicious software adalah perangkat lunak berbahaya yang digunakan untuk mencuri data, menyebabkan kekacauan, dan merusak perangkat.

Nah, ketiga malware yang menjangkit belasan aplikasi di ponsel Android itu bisa dimanfaatkan hacker untuk mencuri informasi pengguna, seperti identitas, kata sandi (password), dan data perbankan.

Adapun ketiga malware tersebut memiliki karakteristiknya masing-masing.

Pengguna Internet Mesti Lebih Hati-hati, Beredar ChatGPT Palsu Pembawa Malware

Pertama, ada Harly yang mampu mencuri informasi tentang perangkat pengguna seperti data tentang jaringan seluler.

Semua muatan (payload) di Trojan Harly akan dimanfaatkan untuk memecahkan kode dan meluncurkan serangan malware ke perangkat.

Kedua, terdapat Joker, yakni spyware yang mengumpulkan daftar kontak, pesan SMS, dan detail terkait perangkat yang terjangkit.

Spyware ini juga bisa mendaftarkan perangkat ke layanan premium tanpa persetujuan pengguna.

Terakhir, Malwarefox juga menemukan Autolycos yang mirip dengan Joker.

Bedanya, Autolycos memanfaatkan URL di browser yang diakses secara remote (jarak jauh), lalu memasukkan hasilnya ke dalam permintaan (request) HTTP.

Cara ini, menurut Malwarefox, membuat peretasan oleh Autolycos menjadi sulit dideteksi oleh pengguna perangkat yang disusupi malware.

Untuk melancarkan serangan malware dengan Harly, Joker, dan Autolycos, penjahat siber mengunduh dulu aplikasi resmi dari toko Google Play Store.

Kemudian, mereka menambahkan program malware ke dalam aplikasi tersebut dan mengunggahnya kembali ke Play Store dengan nama yang baru.

Pengguna yang tidak cermat dan berhati-hati pun bisa saja mengunduh aplikasi yang sudah disuntik malware tadi, sehingga perangkatnya berisiko.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved