Pilpres 2024

Pilih Siapa? Ganjar Pranowo, Anies Baswedan atau Prabowo Subianto Jadi Capres pada Pilpres 2024

Kemudian Prabowo Subianto diprediksi juga bakal maju pada Pilpres 2024. Hanya saja, hingga saat ini belum ada kepastian.

Penulis: Marlen Sitinjak | Editor: Marlen Sitinjak
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan Prabowo Subianto. 

Pada tahun 2023, di saat Indonesia yang telah terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 FIFA telah bersiap menyelenggarakannya, Ganjar bersama sejumlah kader PDIP lainnya menolak keras kedatangan timnas Israel untuk ikut bermain di gelaran olahraga tersebut, dengan dalih mengikuti Sukarno, dan menganggap Israel sebagai penjajah.

Beberapa hari kemudian FIFA pun mencabut status tuan rumah Indonesia dari turnamen tersebut yang berarti menggugurkan pula tiket otomatis timnas Indonesia untuk dapat bermain pada kejuaraan tersebut.

Pada 21 April 2023, Ganjar Pranowo ditunjuk oleh PDIP sebagai calon Presiden 2024 dari partai berlogo banteng ini.

Baca juga: Pesan Anies Baswedan Pada Ganjar Pranowo Jelang Pilpres 2024

Anies Baswedan. Bacapres 2024 Anies Baswedan perlu menjaring sosok cawapres yang mampu mendongkrak suara Pilpres 2024 menantang Ganjar Pranowo.
Anies Baswedan. Bacapres 2024 Anies Baswedan perlu menjaring sosok cawapres yang mampu mendongkrak suara Pilpres 2024 menantang Ganjar Pranowo. (Kompas)

Profil Anies Baswedan

H. Anies Rasyid Baswedan, S.E., M.P.P., Ph.D. (lahir 7 Mei 1969) adalah akademisi, aktivis sosial, dan politisi Indonesia.

Setelah mengenyam pendidikan di bidang ilmu politik, Anies berkarier sebagai akademisi. Ia menjabat sebagai Rektor Universitas Paramadina selama delapan tahun, dan menggagas gerakan Indonesia Mengajar, yang menurutnya bukanlah semata-mata untuk modal politiknya.

Ia kemudian bergabung dalam konvensi calon presiden yang diselenggarakan oleh Partai Demokrat pada tahun 2013.

Pada bulan Oktober 2014, ia ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Kabinet Kerja, namun dicopot dua tahun kemudian.

Anies bersama pasangannya yaitu Sandiaga Uno, dengan diusung oleh PKS dan Gerindra, memenangkan pemilu gubernur DKI Jakarta tahun 2017 dari lawannya, Basuki Tjahaja Purnama.

Pada masa kegubernurannya, Anies membentuk TGUPP (Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan) yang beranggotakan 74 orang yang digaji dari dana APBD mencapai Rp 26 miliar; hal ini berbeda dari era Basuki, di mana TGUPP hanya terdiri dari 9 orang dan gajinya bukan dari APBD melainkan diambil dari anggaran gubernur.

Dalam menangani banjir, Anies membangun sumur-sumur resapan; ia mengkritik kebijakan pendahulunya yang berencana membuat saluran raksasa bawah tanah untuk mengalirkan air hujan ke laut, dengan menilainya itu melawan sunnatullah.

Anies membangun stadion kandang untuk Persija bernama JIS yang sekitar 80 persen dananya merupakan bantuan dari pemerintah pusat.

Dalam kampanyenya saat pemilihan gubernur, Anies menyajikan program OK OCE yang menjanjikan terbentuknya 200.000 wirausahawan baru.

Sewaktu menjabat, Anies menilai program ini sukses dan melampaui target. Namun klaim Anies tersebut dianggap keliru oleh sejumlah pihak, dikarenakan mekanisme program tersebut yang berubah di saat ia menjabat.

Di mana, kini yang dihitung sebagai wirausahawan baru pada program tersebut adalah semua jumlah pendaftarnya, tanpa perlu adanya pelatihan, permodalan dan dicarikan pemasarannya sebagaimana yang awalnya dijanjikan Anies.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved